Dalam sebuah postingan blog di OpenAI, perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka baru saja merilis model AI pertamanya yang mampu bernalar. Model Open o1 yang baru dirancang untuk menghabiskan lebih banyak waktu dalam menghitung jawaban sebelum menanggapi pertanyaan pengguna. Dengan model ini, perangkat OpenAI akan mampu memecahkan masalah multi-langkah, termasuk matematika dan pengodean yang kompleks.
Meskipun model AI baru ini belum memiliki banyak fitur yang membuat ChatGPT bermanfaat, seperti menjelajahi web untuk mencari informasi dan mengunggah berkas serta gambar, model ini merupakan kemajuan signifikan untuk tugas-tugas inferensi yang kompleks dan mewakili tingkat kemampuan AI yang baru. OpenAI menyatakan akan mengatur ulang penghitung ke 1 dan menyebutnya OpenAI o1.
Model ini saat ini tersedia melalui ChatGPT, untuk pengguna Plus dan tim berbayar.
Model AI baru ini hadir di tengah persaingan yang semakin ketat dalam pengembangan sistem kecerdasan buatan yang semakin canggih. Selain OpenAI, Anthropic dan Google juga telah menggembar-gemborkan kemampuan penalaran dengan model AI canggih mereka.
Pengalaman menggunakan sistem AI OpenAI yang diperbarui akan sedikit berbeda dari yang mungkin diharapkan pengguna. Sebelum merespons perintah pengguna, perangkat lunak baru akan berhenti sejenak selama beberapa detik. Kemudian, perangkat lunak akan mempertimbangkan sejumlah perintah terkait dan merangkum respons terbaik yang dianggapnya. Ini akan membantu memberikan jawaban yang lebih akurat dan mendalam.
Perusahaan tersebut dilaporkan melatih sebuah model dengan memberinya penghargaan untuk setiap langkah yang benar dalam proses menemukan jawaban atas suatu masalah, alih-alih sekadar memberinya penghargaan karena menghasilkan jawaban yang benar.
[iklan_2]
Sumber: https://kinhtedothi.vn/openai-ra-mat-mo-hinh-ai-dau-tien-co-kha-nang-lap-luan.html
Komentar (0)