Surat kabar Vietnamnet mengutip Dr. Jeffrey Hsu, seorang dokter kulit yang berbasis di Illinois (AS) di halaman The Sun, yang mengatakan bahwa kanker kulit termasuk melanoma dan non-melanoma (karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa).
Melanoma adalah kanker kulit paling berbahaya karena berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya. Tumornya tampak seperti tahi lalat biasa.
Sedangkan karsinoma sel skuamosa atau karsinoma sel basal muncul dengan adanya tukak, bercak gelap, gatal, bersisik dan pendarahan, tetapi kadang-kadang, gejalanya tampak lebih jinak.
Faktanya, Anda mungkin salah mengira karsinoma sel skuamosa atau karsinoma sel basal sebagai ruam.
Cara membedakan kanker kulit dari ruam
Karsinoma sel basal disebabkan oleh paparan sinar UV berbahaya dari matahari, jelas Dr. Derrick Phillips, juru bicara British Dermatology Foundation. Gejalanya meliputi benjolan kecil berwarna merah pada kulit yang dapat mengalami ulserasi dan berdarah seiring waktu.
Dokter mengatakan bentuk umum kanker kulit ini dapat disembuhkan dengan operasi kulit dan deteksi dini seringkali meninggalkan bekas luka yang lebih kecil.
Beberapa karsinoma sel basal dapat muncul sebagai bercak merah bersisik pada kulit, tambah British Dermatology Foundation. Sebagian besar tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat terasa gatal atau berdarah jika disentuh.
Karsinoma sel skuamosa juga dapat menunjukkan gejala yang berbeda. Kebanyakan bersisik, kasar, dan bermula di lapisan luar kulit. Ada potensi terbentuknya luka yang mudah berdarah di bawah keropeng. Luka tersebut mungkin terasa nyeri dan lunak.
Cara membedakan antara kanker kulit dan ruam.
Cara mengenali tanda-tanda awal kanker kulit
Menurut sebuah artikel di situs web Rumah Sakit Umum Internasional Thu Cuc, tidak seperti kebanyakan kanker lainnya, beberapa gejala kanker kulit dapat dilihat dengan mata telanjang. Berikut ini adalah beberapa gejalanya:
Kulit terasa kasar, bersisik, berwarna cokelat, dan perlahan berubah menjadi merah muda gelap. Jika tanda-tanda ini muncul di kepala, wajah, dan lengan, segera periksakan ke dokter. Ini bisa jadi gejala keratosis, yang dikenal sebagai salah satu lesi kulit prakanker.
Anda juga berisiko terkena kanker kulit jika menemukan benjolan bulat, agak lunak, bulat seperti mutiara, transparan, seperti lilin, mudah tertukar dengan jerawat tetapi cekung di bagian tengah dan tanpa inti. Selain itu, area kulit yang rusak juga mudah berdarah atau terlihat pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit.
Kanker kulit juga dapat dikenali dari lesi merah, keras, mudah penyok, atau berulserasi di bagian tengahnya, yang cenderung menyebar. Khususnya, area yang mengalami ulserasi juga dapat membentuk cincin jaringan baru di dalam area aslinya, yang kemudian berkembang menjadi bercak padat, rapuh, dan berwarna berbeda yang tidak kunjung sembuh seiring waktu.
Biasanya, lesi ini muncul di wajah, telinga, dan tangan. Pada orang dengan kulit gelap, lesi dapat muncul di area yang tidak terpapar sinar matahari langsung.
- Bisa dibilang setiap orang memiliki beberapa tahi lalat di tubuhnya. Namun, Anda perlu berhati-hati jika tahi lalat tersebut berubah ukuran atau warna, terasa perih, atau berdarah saat disentuh.
Jika Anda tiba-tiba melihat bintik hitam yang tidak biasa muncul di kulit Anda, atau jika Anda merasa sakit saat menyentuhnya, segera periksakan ke dokter untuk pemeriksaan yang akurat. Area kulit yang perlu diperiksa secara berkala antara lain telapak tangan, telapak kaki, ujung jari, jari kaki, sekitar vagina, dan anus.
Anda mungkin salah mengira karsinoma sel skuamosa atau karsinoma sel basal sebagai ruam.
Tips untuk mencegah kanker kulit
Untuk mencegah dan mengurangi risiko kanker kulit, Anda harus memperhatikan langkah-langkah berikut:
- Hindari paparan sinar matahari langsung, terutama antara pukul 10 pagi dan 3 sore.
- Gunakan pakaian berlengan panjang, topi atau kacamata hitam untuk melindungi tubuh Anda dari sinar matahari yang berbahaya.
- Gunakan jenis tabir surya yang tepat untuk mencegah penyerapan sinar UV ke dalam kulit, sekaligus mengurangi risiko kerusakan kulit akibat sinar matahari.
- Berhati-hatilah dalam menggunakan obat-obatan yang dapat menimbulkan efek samping pada kulit, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.
Temui dokter kulit secara teratur atau ketika Anda mendeteksi tanda-tanda dugaan kanker kulit.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)