Pada tanggal 1 November, Mahkamah Agung Rakyat mengadakan konferensi pers untuk meluncurkan kontes penciptaan lagu tentang Mahkamah Agung. Nguyen Hoa Binh, anggota Politbiro sekaligus Sekretaris Komite Sentral Partai, sekaligus Ketua Mahkamah Agung Rakyat, memimpin konferensi pers tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, peran Mahkamah Agung Rakyat sebagai lembaga pelaksana kekuasaan kehakiman dan pelindung keadilan semakin ditegaskan dan dipromosikan.
Namun dalam ranah puisi dan seni, sosok Hakim dan Petugas Pengadilan yang gagah berani memperjuangkan keadilan, integritas, dan pengabdian kepada rakyat, seakan kurang mendapat perhatian, kurang disebut dan tergambar jelas.
Menurut Ketua Mahkamah Rakyat Agung Nguyen Hoa Binh, ada banyak contoh hakim yang mengatasi tekanan untuk melindungi keadilan; hakim yang diam-diam menolak godaan untuk menjaga integritas; hakim yang dengan gigih menghadapi bahaya bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka untuk melindungi keadilan, melindungi hak dan kepentingan sah rakyat.
Bahkan, ada pula pejabat yang tidak tahan dengan tekanan pekerjaan yang berat. "Saat ini, menurut statistik, hampir 1.000 hakim telah mengundurkan diri," kata Bapak Nguyen Hoa Binh.
Menurut Bapak Nguyen Hoa Binh, jika pada tahun 2012 pengadilan di semua tingkatan menangani sekitar 250.000 perkara, pada tahun 2022 jumlah perkara yang harus ditangani telah mencapai 700.000 perkara. Namun, jumlah pegawai tidak bertambah, sementara tuntutan masyarakat meningkat, dan sifat pekerjaannya menjadi semakin rumit.
Namun, mayoritas hakim dan pejabat pengadilan sangat bertanggung jawab dan mencintai pekerjaan mereka. Bapak Nguyen Hoa Binh berharap melalui kampanye kreatif ini, beliau dapat mendorong, mempromosikan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap profesi hakim serta tanggung jawab hakim kepada masyarakat.
"Inilah tujuan kami dalam menyelenggarakan kampanye ini. Kami berharap melalui kontes ini, kami akan menemukan musik dan lagu yang menyentuh hati publik, bertahan selama bertahun-tahun, memiliki vitalitas yang abadi, dan menjadi kebanggaan para juri," ujar Bapak Nguyen Hoa Binh.
Menurut Panitia Penyelenggara, pesertanya adalah seluruh warga negara Vietnam yang tinggal, bekerja, belajar, dan berkarya di Vietnam dan di luar negeri. Warga negara asing yang tinggal, bekerja, belajar, dan berkarya di Vietnam berhak untuk berpartisipasi dalam Kontes Penciptaan Lagu tentang Istana Rakyat.
Setiap penulis dapat mengirimkan beberapa karya ke kontes ini. Karya yang dikirimkan harus memiliki lirik dalam bahasa Vietnam, jelas, mudah diingat, dan memiliki rasa kebersamaan yang tinggi; lirik dan isi lagu tidak boleh melanggar adat dan tradisi bangsa, berada dalam kerangka hukum yang diizinkan, dan sesuai dengan tema komposisi; memiliki melodi yang indah, struktur yang rapi, gaya yang baru dan kreatif; merupakan komposisi baru, belum pernah berpartisipasi dalam kontes lain, dan tidak memiliki sengketa hak cipta atau kepengarangan.
Kontes ini menerima pendaftaran mulai tanggal 2 November hingga 30 Juli 2024.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)