AUKUS didirikan pada tahun 2021 untuk melawan kekuatan Tiongkok yang semakin besar. Ada beberapa keraguan mengenai bergabungnya Jepang.
Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dan Kanselir Inggris Rishi Sunak membahas kemitraan AUKUS, setelah pertemuan trilateral, di Pangkalan Angkatan Laut Point Loma di San Diego, California, AS, 13 Maret 2023. (Sumber: Reuters) |
Berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Atlantic Council di Washington pada tanggal 28 Juni, Paul Myler, Wakil Duta Besar Australia untuk AS, mengatakan bahwa menambahkan mitra ke proyek pertahanan AUKUS akan "rumit" dan dia tidak yakin Kongres AS akan bersedia memperluas perjanjian tersebut (termasuk Australia, AS, dan Inggris).
AUKUS didirikan pada tahun 2021 untuk melawan meningkatnya kekuatan Tiongkok.
“Pilar” pertama AUKUS melibatkan kerja sama antara tiga mitra: Australia, AS, dan Inggris untuk menyediakan kapal selam bertenaga nuklir bagi Canberra, tetapi juga membuka kemungkinan bagi negara lain untuk bergabung dengan pilar kedua untuk mengembangkan senjata berteknologi tinggi lainnya.
Bapak Paul Myler mengatakan bahwa ini merupakan pencapaian yang "hampir luar biasa" karena setelah 40 tahun berupaya mereformasi pembatasan ekspor AS, para mitra hampir berhasil menciptakan lingkungan yang memudahkan kerja sama dan pengembangan bersama.
"Menambahkan mitra ke dalam proses itu rumit," ujar diplomat tersebut, seraya menambahkan bahwa ketiga mitra AUKUS telah berkomitmen untuk membahas kemungkinan kerja sama dengan Jepang dan bahwa negara Asia Timur Laut tersebut telah menunjukkan kemauan politik untuk mengerahkan kemampuan pertahanan tepat waktu.
"Jadi… ada hubungan mendasar di sana… Saya rasa Kongres AS tidak akan menganggap AUKUS terbuka untuk ekspansi, tetapi mitra AUKUS tentu saja dapat menghubungi dan berinteraksi dengan AUKUS," tegas Wakil Duta Besar Australia.
AUKUS masih harus mengatasi banyak rintangan karena pembatasan ketat Washington terhadap berbagi teknologi, dan Canberra serta London khawatir hal ini akan terhambat jika anggota baru ditambahkan terlalu cepat.
Ada beberapa keraguan mengenai bergabungnya Jepang, dengan para pejabat dan pakar menyoroti "kerentanan" keamanan siber dan informasi negara tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/pho-dai-su-australia-tai-my-nhan-dinh-ve-kha-nang-aukus-mo-rong-doi-tac-276809.html
Komentar (0)