Pada 7 November, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana Yudo Margono, menguraikan lima komitmen netralitas angkatan bersenjata negara itu dalam pemilihan presiden dan legislatif pada 14 Februari 2024.
Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana Yudo Margono, menegaskan bahwa TNI tidak akan ikut campur dalam politik . (Sumber: TEMPO) |
Berbicara di hadapan DPR RI, Bapak Yodo mengatakan bahwa pertama-tama, militer tidak akan memihak atau mendukung partai politik dan kandidat mana pun, dan akan menghindari partisipasi dalam kegiatan politik.
Kedua, TNI berjanji tidak akan memberikan prasarana dan sarana kepada partai politik dan calon manapun untuk digunakan dalam kampanye pemilu.
Ketiga, anggota keluarga prajurit tidak akan menarik orang untuk memilih kandidat yang mereka sukai.
Poin keempat, tegas Bapak Yodo, menyangkut larangan memberikan komentar, termasuk di media sosial, terhadap hasil penghitungan suara cepat yang diumumkan oleh lembaga survei.
Terakhir, TNI berjanji akan menindak tegas prajuritnya yang kedapatan terlibat kegiatan politik, mendukung partai politik, dan calon politikus.
Militer Indonesia telah mengeluarkan buku pedoman bagi prajurit untuk menjaga netralitas TNI dalam pemilu, juga mengeluarkan peraturan internal dan secara berkala menggalakkan pentingnya menjaga netralitas.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)