Harga kopi hari ini (22 Juli) di pasar domestik naik 1.200-1.300 VND/kg. Dengan demikian, harga transaksi terendah tercatat di Provinsi Lam Dong , yaitu 66.200 VND/kg.
Perbarui harga kopi domestik
Menurut giacaphe.com pada pukul 6:50, harga kopi hari ini naik 1.200 - 1.300 VND/kg.
Secara khusus, penduduk setempat membeli kopi dengan harga berkisar 66.200 - 66.900 VND/kg.
Provinsi Lam Dong memiliki harga terendah, yaitu 66.200 VND/kg, naik 1.300 VND/kg. Provinsi Gia Lai berada di posisi berikutnya, yaitu 66.500 VND/kg, setelah naik 1.200 VND/kg.
Pada saat survei yang sama, provinsi Dak Lak memiliki harga pembelian sebesar 66.700 VND/kg, naik 1.200 VND/kg.
Dak Nong mencatat harga transaksi sebesar 66.900 VND/kg, meningkat 1.200 VND/kg. Harga transaksi ini juga merupakan yang tertinggi di antara wilayah yang disurvei.
Pasar | Sedang | Mengubah |
Dak Lak | 66.700 | +1.200 |
Lam Dong | 66.200 | +1.300 |
Gia Lai | 66.500 | +1.200 |
Dak Nong | 66.900 | +1.200 |
Nilai tukar USD/VND | 23.480 | 0 |
Satuan: VND/kg
Nilai tukar menurut Vietcombank
Perkembangan harga kopi dari Januari hingga 22 Juli. (Sintesis: Anh Thu )
Perbarui harga kopi dunia
Menurut catatan, harga kopi di pasar dunia mengalami kenaikan. Khususnya, harga kopi robusta daring di London untuk pengiriman September 2023 tercatat sebesar 2.602 USD/ton setelah naik 2,60% (setara dengan 66 USD).
Harga kopi Arabika untuk pengiriman September 2023 di New York adalah sebesar 161,85 sen AS/pon setelah naik 2,4% (setara dengan 3,8 sen AS) pada saat survei pukul 6:55 (waktu Vietnam).
Foto: Anh Thu
Pada bulan Mei, ekspor kopi dari Amerika Selatan terus menurun sebesar 11,5% menjadi 3,5 juta karung, terutama disebabkan oleh penurunan sebesar 12,3% dalam total ekspor dari tiga negara produsen utama kawasan tersebut, yakni Brasil, Kolombia, dan Peru.
Brasil dan Kolombia mengalami penurunan ekspor masing-masing sebesar 12,2% dan 10,6%, menjadi 2,5 juta dan lebih dari 0,8 juta kantong. Ketiadaan pasokan menjadi alasan utama penurunan ekspor kedua negara tersebut.
Hujan lebat memangkas hasil panen Kolombia hingga 21% pada bulan Mei, sementara persediaan Brasil relatif ketat setelah dua tahun berturut-turut panen di bawah rata-rata, dengan panen 2022-23 khususnya terdampak oleh embun beku dan kekeringan.
Sementara itu, ekspor kopi Peru terus menurun tajam sebesar 24,9% akibat cuaca buruk dan ketidakstabilan politik di wilayah-wilayah penghasil utama, yang sangat memengaruhi pasokan ekspor. Selain itu, volume ekspornya luar biasa tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ekspor kopi Peru meningkat 54,7% pada Mei 2022 menjadi 137.948 kantong, sementara volume ekspor rata-rata Mei dalam periode 2014-2021 adalah 97.969 kantong dan angka 103.649 kantong yang dicapai pada Mei 2023 masih 5,7% lebih tinggi dari rata-rata.
Ekspor kopi Afrika juga turun 7,2% pada bulan Mei dan 5,8% dalam delapan bulan pertama tahun panen ini menjadi 8,1 juta karung. Pantai Gading dan Etiopia menjadi pendorong utama penurunan di kawasan tersebut, dengan total ekspor mereka turun 19,4% menjadi 0,45 juta karung pada bulan Mei.
Namun, ekspor dari Amerika Tengah dan Meksiko naik 12,4% pada bulan Mei menjadi lebih dari 2,1 juta karung, pertumbuhan bulan ketiga dalam delapan bulan pertama tahun kopi ini. Namun, total ekspor kopi di kawasan ini masih sedikit turun, sebesar 2,1% dalam delapan bulan pertama tahun panen 2022-23 menjadi 10 juta karung.
Secara regional, ekspor kopi Honduras meningkat 58% year-on-year menjadi 0,8 juta karung, tingkat pertumbuhan tertinggi di bulan Mei sejak peningkatan 80,4% yang dicapai pada tahun 2000. Hal ini disebabkan oleh basis yang rendah tahun lalu dan beberapa pengiriman bulan April yang ditunda hingga bulan Mei.
Dalam delapan bulan pertama tahun panen saat ini, Honduras mengekspor total 3,6 juta karung, naik 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ekspor kopi dari Asia dan Oseania sendiri meningkat 13,1% menjadi 3,9 juta karung pada bulan Mei dan 3,2% menjadi 31,7 juta karung dalam delapan bulan pertama tahun 2022-2023. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan tajam ekspor kopi dari Indonesia, produsen utama di kawasan ini, sebesar 2,7 kali lipat menjadi 0,6 juta karung pada bulan Mei.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)