Pada malam tanggal 28 November, di ruang kuno peninggalan nasional khusus Van Mieu - Quoc Tu Giam, film pemetaan 3D "History in Stone" resmi dirilis, menghadirkan pengalaman emosional dan budaya yang mendalam. Ini adalah program baru setelah program tur malam "The Quintessence of Dao Hoc", yang membuka perspektif baru tentang nilai-nilai abadi warisan.
"Sejarah Batu" bukan hanya sebuah karya yang melanjutkan kesuksesan film "Intisari Filsafat", tetapi juga merupakan bukti kreativitas berkelanjutan dari Pusat Kegiatan Kebudayaan dan Ilmiah Kuil Sastra - Quoc Tu Giam. Dr. Le Xuan Kieu, Direktur Pusat, menyampaikan bahwa film ini dibuat dengan keinginan untuk membangkitkan inspirasi dari nilai-nilai yang tersembunyi dalam prasasti Sang Doktor, yang erat kaitannya dengan semangat belajar bangsa. Dengan penceritaan yang hidup dan teknologi modern, Pusat berharap film ini dapat menyentuh hati para pengunjung, terutama kaum muda, dan menumbuhkan rasa bangga serta cinta terhadap warisan. Film "History of Stone" didasarkan pada teknologi pemetaan 3D. Foto: tuoitrethudo
Film ini mengisahkan seekor kura-kura kecil, simbol akrab Kuil Sastra, dalam perjalanan mencari misteri di balik batu abu-abu. Setiap prasasti Doktor yang ia temukan bukan sekadar benda mati, melainkan lembaran sejarah yang mencatat ujian kekaisaran dan pencapaian gemilang orang-orang terkemuka. Perjalanan ini bukannya tanpa tantangan. Dari menghadapi badai yang menerbangkan buku berharga pemberian guru, hingga kejutan ketika sebuah batu kasar muncul, kura-kura kecil harus belajar mengatasi segala rintangan untuk memahami nilai sejati dari pengetahuan.
Dalam perjalanan, sekawanan burung pelatuk tiba-tiba muncul, menggunakan ritme magis untuk mengubah batu kasar menjadi sebuah prasasti Doktor yang utuh. Adegan itu diakhiri dengan gambar kura-kura dan teman-temannya yang dengan penuh semangat melemparkan prasasti ke langit, sebagai penghormatan kepada pengetahuan dan tradisi akademis masyarakat Vietnam yang telah berusia ribuan tahun. Kisah ini tidak hanya menceritakan sejarah, tetapi juga menginspirasi semangat kegigihan dan keinginan untuk mencapai ketinggian baru.
"History of Stone" menyoroti nilai sejarah dan budaya Kuil Sastra - Quoc Tu Giam, sekaligus menghidupkan prasasti batu yang tenang melalui bahasa seni modern. Efek pencahayaan dan gambar yang magis menghidupkan setiap detailnya, menjadikan ruang kuno peninggalan ini semakin misterius dan menarik. Film ini menghadirkan nuansa keintiman sekaligus kesakralan, menuntun setiap pengunjung dalam perjalanan penemuan pengetahuan yang memukau. Dr. Le Xuan Kieu, Direktur Pusat Kegiatan Budaya dan Ilmiah Kuil Sastra - Quoc Tu Giam, memberikan sambutan. Foto: tuoitrethudo
Pemutaran film ini merupakan bagian dari rangkaian tur malam di Kuil Sastra - Quoc Tu Giam, yang akan dilaksanakan mulai akhir tahun 2023. Selain menonton film, pengunjung juga berkesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan lain seperti mendengarkan penjelasan tentang prasasti Sang Dokter dan menjelajahi ruang berkilauan di dalam relik tersebut di bawah cahaya magis. Setelah setahun penyelenggaraan, tur malam ini telah menarik perhatian besar dari masyarakat, menjadi jembatan untuk mendekatkan warisan budaya dengan kehidupan modern.
"History of Stone" bukan hanya sebuah film, tetapi juga sebuah perjalanan untuk menciptakan kembali semangat belajar bangsa yang abadi. Dengan perpaduan apik antara teknologi dan seni, film ini telah menjembatani masa lalu dan masa kini, meninggalkan kesan mendalam di hati setiap pengunjungnya. Warisan budaya tak lagi menjadi kenangan yang jauh, melainkan telah hidup kembali dengan jelas, menjadi obor yang menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai budaya tradisional negeri ini.
Komentar (0)