Pada tanggal 12 November, Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh mengatakan telah menerima keluhan dari keluarga pasien bernama VLTH tentang proses perawatan di Rumah Sakit Mata Saigon II.
Inspektorat Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh telah meneruskan petisi dan tanggapan tersebut kepada direktur rumah sakit tersebut untuk dipertimbangkan dan diselesaikan sesuai peraturan. Pada saat yang sama, inspektorat juga mengunjungi rumah sakit untuk menangani masalah terkait proses perawatan pasien.
Menurut laporan dari Rumah Sakit Mata Saigon II, pasien VLTH (18 tahun) dirawat di rumah sakit pada 10 April dengan diagnosis rabun jauh dan astigmatisme pada kedua matanya. Setelah pemeriksaan, pasien diresepkan operasi Femto-Lasik untuk kedua matanya.
Operasi mata seorang pasien (Ilustrasi: Bien Thuy).
Pada tanggal 11 April, pasien dipulangkan dari rumah sakit dengan ketajaman penglihatan kedua mata mencapai 9/10. Namun, 10 hari kemudian, pasien kembali untuk pemeriksaan dan didiagnosis dengan penurunan ketajaman penglihatan pada mata kanan menjadi 2/10.
Rumah Sakit Mata Saigon II berkoordinasi dengan pasien untuk mengunjungi fasilitas medis lain guna menentukan penyebabnya. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Mata Kota Ho Chi Minh dan Pusat Oftalmologi Nasional Singapura menunjukkan bahwa penglihatan mata kanan pasien berkisar antara 2/10 hingga 4/10, dan mata kiri 10/10.
Kesimpulan Dewan Profesional yang dibentuk oleh Rumah Sakit Mata Saigon II menunjukkan bahwa langkah-langkah pemeriksaan dan persiapan pasien sebelum dan selama operasi telah sesuai dengan prosedur. Kesimpulan ini telah ditanggapi oleh pasien.
Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh mengatakan pihaknya terus mempertimbangkan dan menyelesaikan permohonan kerabat pasien sesuai dengan peraturan hukum.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)