Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Benarkah minum minuman "super panas" menyebabkan kanker?

(Dan Tri) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menekankan bahwa minuman yang terlalu panas dapat merusak kerongkongan, yang dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko kanker.

Báo Dân tríBáo Dân trí22/08/2025

Dari perspektif bukti, poin kuncinya berasal dari klasifikasi yang mencolok oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC). Pada tahun 2016, IARC mengklasifikasikan tindakan meminum minuman yang sangat panas (di atas 65 derajat Celsius) sebagai "kemungkinan karsinogenik bagi manusia."

Di Amerika Selatan, di mana kebiasaan minum maté - teh herbal - pada suhu sekitar 70 derajat Celsius cukup umum, banyak penelitian di sini juga menunjukkan bahwa orang yang minum maté yang sangat panas memiliki tingkat kanker esofagus yang lebih tinggi.

Tren serupa ditemukan di Timur Tengah, Afrika, dan Asia, memperkuat hubungan antara suhu minuman dan kanker esofagus.

Di Iran, sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 50.000 orang menemukan bahwa minum 700 ml teh pada suhu 60 derajat Celsius atau lebih per hari dapat meningkatkan risiko kanker esofagus hingga 90% dibandingkan dengan orang yang minum minuman tersebut pada suhu yang lebih rendah.

Sự thật uống đồ siêu nóng gây ung thư? - 1

Minum minuman yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker esofagus (Foto: Saily Sabah).

Sebuah studi terhadap hampir setengah juta orang dewasa di Inggris juga menemukan bahwa orang yang banyak minum teh atau kopi "sangat panas" memiliki risiko kanker esofagus yang jauh lebih tinggi. Mereka yang minum delapan cangkir atau lebih sehari memiliki risiko hampir enam kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak minum minuman panas.

Para ilmuwan telah menjelaskan mekanisme ini selama hampir 90 tahun. Panas yang berlebihan dapat membakar sel-sel kecil di lapisan esofagus. Ketika permukaan ini terus-menerus terpapar panas, sel-sel harus mempercepat regenerasinya untuk pulih. Perbaikan yang berkepanjangan dalam lingkungan yang mengalami peradangan kronis meningkatkan risiko kesalahan genetik, yang membuka jalan bagi kanker.

Eksperimen pada hewan mendukung hipotesis ini. Pada tikus yang rentan kanker, air bersuhu 70°C mempercepat munculnya dan perkembangan lesi prakanker di esofagus dibandingkan air hangat.

Selain itu, ketika mukosa melemah karena panas, asam lambung yang naik ke atas mempunyai peluang untuk “memperkuat”, memperparah kerusakan dan mempertahankan siklus peradangan – regenerasi – kerusakan.

Hebatnya, risiko tidak hanya ditentukan oleh angka pada termometer, tetapi juga oleh cara kita minum.

Sebuah penelitian yang mengukur langsung suhu di dalam kerongkongan saat partisipan minum kopi menunjukkan bahwa ukuran tegukan mungkin lebih penting daripada suhu minuman itu sendiri.

Secara spesifik, tegukan besar sekitar 20 ml kopi pada suhu 65 derajat Celsius dapat menyebabkan suhu di kerongkongan melonjak hingga 12 derajat Celsius. Hal ini menunjukkan bahwa "teguk" mentransfer lebih banyak panas daripada "teguk". Oleh karena itu, minum minuman panas dalam tegukan besar dalam jangka waktu lama patut diwaspadai.

Beberapa teguk kopi bersuhu 18 derajat Celcius tidak akan langsung menimbulkan masalah. Namun, kebiasaan minum minuman yang sangat panas dalam jumlah besar, setiap hari, justru meningkatkan risiko kanker esofagus.

Jadi, berapa ambang batas amannya? Sebuah studi di AS menghitung suhu ideal agar kopi tetap terasa tanpa merusak kerongkongan dan menghasilkan angka sekitar 57,8 derajat Celsius. Angka ini bukan standar suhu absolut untuk semua minuman, tetapi bisa menjadi referensi yang bermanfaat.

Namun, para ilmuwan juga mencatat bahwa kanker esofagus bukanlah jenis kanker yang umum. Minum minuman "super panas" dapat meningkatkan risiko kanker ini jika peminumnya memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, obesitas, atau memiliki penyakit refluks gastroesofagus.

Sumber: https://dantri.com.vn/suc-khoe/su-that-uong-do-sieu-nong-gay-ung-thu-20250822011156587.htm


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk