(NLDO) - Wakil Ketua Majelis Nasional Nguyen Thi Thanh menyarankan agar perhatian diberikan pada pelatihan keterampilan kejuruan dan penciptaan lapangan kerja bagi pekerja yang harus meninggalkan sektor publik karena perampingan aparatur.
Pada sore hari tanggal 25 Maret, melanjutkan program Konferensi ke-7 deputi Majelis Nasional khusus, para delegasi membahas dan memberikan pendapat tentang rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan (perubahan).
Wakil Ketua Majelis Nasional Nguyen Thi Thanh berpidato. Foto: Ho Long
Delegasi Nguyen Thi Viet Nga (delegasi Hai Duong ) menyampaikan pendapatnya tentang tingkat dan durasi tunjangan pengangguran. Oleh karena itu, rancangan undang-undang tersebut menetapkan bahwa "periode pembayaran asuransi pengangguran lebih dari 144 bulan tidak dapat dipertahankan", yang berarti karyawan akan menerima tunjangan pengangguran maksimal 12 bulan.
Delegasi Nguyen Thi Viet Nga menyetujui ketentuan rancangan undang-undang dan mengatakan bahwa jangka waktu maksimum 12 bulan untuk tunjangan pengangguran sebagaimana dirancang cukup lama bagi pekerja untuk memiliki waktu mencari pekerjaan baru.
Selain itu, pembatasan jangka waktu maksimal pemberian tunjangan pengangguran juga menjadi motivasi bagi para pekerja untuk berusaha mencari pekerjaan pada masa tersebut, sehingga terhindar dari ketergantungan terhadap sistem asuransi, sehingga turut mendorong masyarakat usia produktif untuk turut berpartisipasi di pasar tenaga kerja.
Menutup sesi pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan (perubahan), Wakil Ketua Majelis Nasional Nguyen Thi Thanh mengatakan, jumlah kader, pegawai negeri sipil, dan pegawai negeri sipil yang terkena dampak restrukturisasi dan perampingan aparatur sebelumnya diperkirakan sekitar 100.000 orang.
Namun, Wakil Ketua Majelis Nasional mengatakan, jumlah tersebut dipastikan akan lebih banyak lagi apabila unit pemerintahan provinsi ditata kembali, tingkat kabupaten dihapuskan, dan tingkat kecamatan dilanjutkan.
"Angkanya bisa 100.000 dikalikan 2 atau dikalikan n, dan belum ada lembaga yang secara resmi mengumumkan jumlah orang yang terdampak restrukturisasi organisasi," ujar Ibu Nguyen Thi Thanh.
Oleh karena itu, Wakil Ketua Majelis Nasional mengusulkan agar Kementerian Dalam Negeri mengambil pendekatan yang lebih mendalam ketika menyelesaikan rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan (perubahan), dengan menambahkan konten yang terkait dengan pengembangan keterampilan vokasional di era baru, mengatur pekerjaan umum untuk subjek terkait, di mana perhatian khusus harus diberikan kepada subjek yang harus berhenti dari pekerjaannya atau meninggalkan sektor publik setelah restrukturisasi aparatur mulai sekarang hingga tahun-tahun berikutnya.
Menurut Ibu Nguyen Thi Thanh, reorganisasi yang akan datang bukan hanya proses 2 tahun, 3 tahun, melainkan 10 tahun. Namun, saat ini kami tidak memiliki data: "Di antara mereka yang berhenti bekerja karena reorganisasi organisasi dalam 2 tahun, berapa banyak dalam 5 tahun, berapa banyak dalam 10 tahun?".
UU Ketenagakerjaan yang direvisi ini juga menyebutkan ketenagakerjaan bagi warga lanjut usia, namun di antara mereka yang terdampak pengaturan tersebut banyak yang belum memasuki usia lanjut (usia pensiun), dengan jumlah yang bisa mencapai lebih dari 200 ribu orang, banyak di antaranya yang sudah memasuki usia matang secara pengalaman.
Oleh karena itu, Wakil Ketua Majelis Nasional mencatat dan mengusulkan agar diperhatikan perancangan mekanisme dan kebijakan untuk mendukung pelatihan ulang vokasional, serta memiliki kebijakan preferensial bagi dunia usaha yang melakukan rekrutmen pada badan usaha atau sektor pelayanan publik yang tidak menerima gaji dari anggaran negara.
Wakil Ketua Majelis Nasional mengusulkan agar setelah konferensi ini, instansi terkait seperti lembaga yang membidangi penilaian, lembaga yang membidangi perancangan, dan sebagainya, "lebih memperkuat mekanisme kebijakan", merevisi dan menyempurnakan berkas rancangan Undang-Undang sesuai prosedur yang benar sebelum diajukan kepada Majelis Nasional untuk dipertimbangkan dan disetujui pada Sidang ke-9 mendatang.
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/tao-viec-lam-cho-lao-dong-phai-nghi-viec-sau-tinh-gon-bo-may-196250325191654322.htm
Komentar (0)