Menurut CNA, Thailand telah memotong pajak minuman beralkohol dan tempat hiburan untuk mempromosikan pengembangan pariwisata.
Tarif pajak akan bervariasi untuk barang yang berbeda, kata juru bicara pemerintah Thailand Chai Wacharonke kepada wartawan.
Dengan demikian, pajak anggur di Thailand akan dikurangi dari 10% menjadi 5%, dan minuman beralkohol dari 10% menjadi 0%.
Selain itu, ia menambahkan bahwa pajak konsumsi khusus pada tempat hiburan akan dikurangi setengahnya, dari 10% menjadi hanya 5%.
Menurut surat kabar National Thailand, jumlah wisatawan asing ke Thailand telah melampaui 27 juta pengunjung pada tahun 2023, meningkat 20% dibandingkan tahun 2022.
Ini adalah jumlah wisatawan asing tertinggi yang mengunjungi Thailand sejak pandemi COVID-19.
Pemerintah Thailand menargetkan untuk menyambut 3,5 juta wisatawan asing pada tahun 2024.
Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah berupaya meningkatkan infrastruktur pariwisata negara dan mempromosikan Thailand sebagai destinasi yang aman dan menarik.
Mengurangi pajak pada barang hiburan seperti minuman beralkohol juga merupakan salah satu langkah untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Pulihnya industri pariwisata Thailand merupakan pertanda positif bagi perekonomian negara tersebut. Pariwisata merupakan sumber pendapatan utama Thailand dan diperkirakan akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)