
Pagoda Tu Hieu, yang terletak di Bukit Duong Xuan (Kelurahan Thuy Xuan, Kota Hue ), telah menjadi destinasi menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara selama bertahun-tahun. Terutama pada hari ke-15 bulan ke-7 kalender lunar, Vu Lan, banyak wisatawan berbondong-bondong ke sana, tidak hanya untuk bersujud kepada Buddha dan menikmati udara segar, tetapi juga untuk mendengarkan kisah bakti sang pendiri.

Menurut catatan sejarah, Kuil Tu Hieu awalnya hanyalah sebuah pertapaan bernama An Duong, yang didirikan oleh Patriark Nhat Dinh pada tahun 1843. Ia menjalani hidup bertapa sambil merawat ibunya yang sudah lanjut usia.

Pada tahun 1848, Yang Mulia Hai Thieu Cuong Ky membangun sebuah bangunan besar dengan dukungan dari istana dan para kasim. Kemudian, Raja Tu Duc menganugerahkan sebuah plakat horizontal "Sac tu Tu Hieu tu", untuk mengenang jasa Patriark Nhat Dinh.

Kisah mengharukan yang berasal dari sebuah wihara Buddha tentang bakti kepada orang tua ini menjadi sebuah simbol bakti anak terhadap kedua orang tuanya.

Sepanjang keberadaannya, para biksu dari generasi ke generasi terus merenovasi, membangun, dan memperindah lanskapnya, menjadikan kuil ini kuno, alami, puitis, sekaligus unik. Kuil kuno ini semakin terkenal sejak Guru Zen Thich Nhat Hanh kembali ke sini untuk beristirahat di tahun-tahun terakhirnya sebelum wafat.

Aula utama Pagoda Tu Hieu.

Pemandangan damai dan puitis di dalam kampus Pagoda Tu Hieu.

Welas asih berarti: "Welas asih adalah kebajikan agung Buddha. Jika bukan Welas asih, bagaimana kita bisa membantu keempat makhluk hidup dan menyelamatkan semua spesies? Berbakti kepada orang tua adalah kebajikan pertama Buddha. Jika bukan Welas asih, bagaimana kita bisa mencapai alam misterius yang meliputi langit dan bumi?"

Baru-baru ini, Pagoda Tu Hieu telah menjadi tujuan wisata yang menarik.

Gerbang tiga pintu masuk, pintu masuk Pagoda Tu Hieu, tampak berlumut dan kuno.
Komentar (0)