ANTD.VN - Jumlah rekening efek investor individu menurun sebanyak 193.205 rekening pada bulan November, menurut Badan Penyimpanan dan Kliring Efek Vietnam.
Data dari Badan Penyimpanan dan Kliring Efek Vietnam (BKSDA) menunjukkan jumlah total rekening investor domestik pada akhir November 2023 mencapai 7.252.743 rekening. Angka ini turun 193.045 rekening dibandingkan akhir Oktober (7.445.544 rekening).
Dengan demikian, ini merupakan bulan kedua berturut-turut jumlah akun perdagangan efek investor domestik mengalami penurunan.
Penurunan jumlah rekening efek terutama berasal dari investor perorangan. Pada bulan November, jumlah rekening efek investor perorangan domestik menurun sebanyak 193.205 rekening, menjadi 7.191.502 rekening.
Sebaliknya, organisasi domestik masih membuka 160 akun baru, sehingga jumlah total akun menjadi 16.045.
Pada saat yang sama, investor asing terus membuka 244 akun baru pada November lalu, yang mana investor individu membuka 233 akun baru dan organisasi membuka 11 akun baru bulan lalu, sehingga jumlah total akun efek investor asing pada akhir November menjadi 45.196 akun.
Akun sekuritas "palsu" akan dihapus untuk membersihkan data investor |
Sebelumnya pada bulan Oktober, jumlah rekening efek yang diumumkan secara tak terduga 377.973 rekening lebih rendah dibanding akhir September.
Dalam informasi yang dirilis kemudian, VSDC menyebutkan bahwa pada bulan Oktober, perusahaan efek menutup 545.386 akun, terutama dari MB Securities Joint Stock Company (MBS) dengan 543.753 akun.
Melalui diskusi dengan MBS, VSDC mengetahui bahwa MBS saat ini sedang dalam proses meninjau daftar akun yang dibuka di perusahaan sekuritas ini dan secara proaktif menutup akun yang dibuka sebelumnya yang belum menghasilkan transaksi apa pun.
Pada akhir September, Kantor Pemerintah menyampaikan instruksi Wakil Perdana Menteri Tran Luu Quang kepada Komisi Sekuritas Negara, Bursa Efek, dan Lembaga Penyimpanan dan Kliring Efek Vietnam untuk menghubungkan basis data kependudukan nasional dengan sistem identifikasi dan otentikasi elektronik. Koneksi ini bertujuan untuk membersihkan data para pelaku perdagangan efek.
Pembersihan data pengguna akan membantu membandingkan informasi pengguna dengan Basis Data Kependudukan Nasional untuk memastikan konsistensi dan menghilangkan data yang salah, duplikat, atau virtual. Tugas ini wajib diselesaikan paling lambat bulan November.
Kemudian, pada tanggal 24 November, Komisi Sekuritas Negara dan Departemen Kepolisian Administratif untuk Ketertiban Sosial (C06) menandatangani Rencana untuk mengoordinasikan pelaksanaan "Proyek Pengembangan Aplikasi Data Kependudukan, Identifikasi, dan Autentikasi Elektronik untuk Melayani Transformasi Digital Nasional pada Periode 2022-2025, dengan Visi hingga 2030" (Proyek 06).
Rencana tersebut difokuskan pada pelaksanaan 3 kelompok tugas utama: Pertama, memeriksa dan memverifikasi informasi dengan basis data nasional tentang kependudukan, membersihkan data investor sekuritas dan data orang yang diberikan sertifikat praktik sekuritas;
Kedua, menghubungkan dan memanfaatkan pangkalan data kependudukan nasional, sistem identifikasi dan otentikasi elektronik untuk melayani kegiatan usaha industri Efek;
Dan yang ketiga, penerapan kartu tanda penduduk dengan chip elektronik untuk mengidentifikasi informasi investor saham.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)