Dengan berperan sebagai warga negara yang melakukan prosedur administrasi di pusat layanan satu atap di beberapa kecamatan di seluruh provinsi, anggota Tim Inspeksi Reformasi Administrasi Provinsi mencatat banyak tanda positif dalam sikap pegawai negeri terhadap warga. Namun, "inspeksi" di lapangan ini juga mengungkapkan beberapa kekurangan.
Báo Cà Mau•21/08/2024
Pusat layanan terpadu modern - Meningkatkan kepuasan pelanggan.
Inspeksi pekerjaan reformasi administrasi di distrik Cai Nuoc.
Inspeksi pekerjaan reformasi administrasi di distrik Phu Tan.
Bapak Le Van Ngoi, Kepala Kantor Komite Rakyat Provinsi, mengatakan: "Sejak awal tahun, selain inspeksi terencana terhadap pekerjaan reformasi administrasi di tingkat daerah, tim juga telah melakukan inspeksi mendadak di sejumlah kecamatan dan kota. Inspeksi ini bertujuan untuk mencatat pelaksanaan aktual reformasi administrasi di tingkat daerah, sehingga dapat mengidentifikasi kekurangan untuk segera diperbaiki, dan berkontribusi dalam mencapai hasil terbaik dalam upaya reformasi administrasi provinsi."
Dengan tujuan tersebut, sejak awal tahun, Tim Inspeksi Reformasi Administrasi Provinsi telah melakukan inspeksi mendadak di pusat layanan satu atap di 16 kecamatan dan kota di empat distrik: U Minh, Thoi Binh, Dam Doi, dan Tran Van Thoi. Anggota tim bertindak sebagai warga yang mengunjungi pusat layanan satu atap, meminta penyelesaian prosedur administrasi atau mencari panduan tentang prosedur dan dokumen yang dibutuhkan. Secara bersamaan, mereka fokus pada inspeksi implementasi aktual publikasi prosedur administrasi, otentikasi elektronik salinan di pusat layanan satu atap tingkat kecamatan; dan prosedur untuk menyelesaikan prosedur administrasi, seperti panduan tentang deklarasi dan persiapan dokumen, penerbitan slip janji temu, dan waktu pemrosesan prosedur administrasi.
Tim inspeksi merekomendasikan agar prosedur administratif tersedia untuk umum secara elektronik melalui kode QR, dikombinasikan dengan menampilkannya secara publik dalam bentuk buklet yang ditempatkan di meja informasi, untuk mempermudah akses warga ketika dibutuhkan. (Gambar ilustrasi)
Selain itu, inspeksi akan memeriksa implementasi peraturan tentang penerimaan umpan balik dan saran di pusat layanan satu atap; dan penggunaan Sistem Pengenalan Citra Warga dan data warga di pusat layanan satu atap di tingkat kecamatan. Perhatian khusus akan diberikan pada komunikasi dan sikap pelayanan pegawai negeri yang bekerja di pusat layanan satu atap di kecamatan dan kota yang diinspeksi.
Dengan inspeksi mendadak terhadap 16 komune dan kota, Tim Inspeksi Reformasi Administrasi menilai bahwa sebagian besar unit yang diinspeksi telah menerapkan mekanisme layanan satu pintu dan layanan satu pintu terintegrasi dengan baik dalam menangani prosedur administrasi sebagaimana yang telah ditetapkan. Fasilitas dan peralatan di departemen layanan satu pintu lengkap dan pada dasarnya memenuhi persyaratan tugas yang diberikan. Pada saat inspeksi, petugas yang hadir mematuhi peraturan tentang pemakaian tanda pengenal; area tunggu warga diatur dengan tepat dan nyaman untuk pemrosesan permohonan oleh instansi penerima dan individu yang menghubungi instansi tersebut. Sebagian besar unit yang diinspeksi menerapkan peraturan tentang publikasi prosedur administrasi dengan baik (menggabungkan publikasi kode QR dan papan informasi di meja informasi). Beberapa unit menerapkan otentikasi elektronik salinan dengan baik.
Menurut anggota tim inspeksi, sebagian besar pegawai negeri sipil yang hadir pada saat inspeksi memiliki sikap yang sopan dan ramah; mereka memberikan panduan yang lengkap dan jelas tentang prosedur administrasi ketika orang-orang datang untuk menyelesaikan masalah administrasi.
Para pegawai negeri sipil di Pusat Pelayanan Terpadu (One-Stop Service Center) komune Phong Lac, distrik Tran Van Thoi, menangani prosedur administrasi untuk masyarakat.
Namun, anggota delegasi juga menunjukkan bahwa pusat layanan satu atap di berbagai lokasi masih memiliki keterbatasan tertentu. Secara khusus, sebagian besar unit yang diperiksa belum menggunakan Sistem Pengenalan Citra dan Informasi Data Warga (Citizen Image Recognition and Data Information System) dalam menangani prosedur administrasi bagi masyarakat. Desa Ho Thi Ky, Bien Bach Dong, dan Tan Bang (distrik Thoi Binh) belum menerapkan otentikasi salinan elektronik sebagaimana dipersyaratkan. Juga dicatat bahwa sebagian besar desa di distrik Dam Doi belum memajang salinan kertas prosedur administrasi secara publik di meja informasi, dan juga belum memasang nomor telepon layanan informasi (hotline) untuk menerima umpan balik dan saran guna mempermudah akses bagi warga bila diperlukan...
Tim inspeksi reformasi administrasi provinsi mengunjungi distrik Tran Van Thoi untuk memeriksa pekerjaan reformasi administrasi.
Berdasarkan hasil inspeksi, Tim Inspeksi merekomendasikan agar Ketua Komite Rakyat Provinsi mengarahkan Ketua Komite Rakyat distrik Dam Doi, Thoi Binh, U Minh, dan Tran Van Thoi untuk segera memperbaiki kekurangan dan keterbatasan yang ditunjukkan oleh Tim Inspeksi. Secara khusus, mereka harus menerapkan sistem identifikasi gambar dan data warga dalam penanganan prosedur administrasi untuk organisasi dan individu; menampilkan prosedur administrasi secara elektronik melalui kode QR yang dikombinasikan dengan menampilkan prosedur administrasi dalam bentuk buku panduan agar warga dapat merujuknya bila diperlukan; dan secara efektif menerapkan sertifikasi salinan elektronik sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Komentar (0)