• Mengonsumsi sekitar 30 gram serat per hari dapat secara signifikan mengurangi risiko kanker usus besar.
• Meningkatkan asupan serat Anda sebanyak 10 gram per hari dapat membantu mengurangi risiko penyakit sekitar 7%.
• Sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh merupakan sumber serat yang baik untuk sistem pencernaan yang sehat.
Kanker usus besar seringkali berkembang secara diam-diam selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala yang terlihat. Pada saat gejala seperti sakit perut, gangguan pencernaan, atau pendarahan muncul, penyakit tersebut mungkin sudah mencapai stadium lanjut.
Oleh karena itu, menjaga gaya hidup sehat dan menjalani pemeriksaan dini sangat penting untuk mengurangi risiko terkena penyakit tersebut, menurut Hindustan Times .

Ketika gejala seperti sakit perut, gangguan pencernaan, atau pendarahan muncul, penyakit tersebut mungkin telah berkembang ke stadium lanjut.
Ilustrasi: N.Vy dibuat menggunakan AI
Dr. Saurabh Sethi, seorang ahli gastroenterologi dan hepatologi di California (AS), mengatakan bahwa kebiasaan sehari-hari memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan usus besar.
Menurutnya, orang yang menjaga gaya hidup sehat umumnya memiliki risiko lebih rendah terkena kanker usus besar.
Kolonoskopi mulai usia 45 tahun
Sethi merekomendasikan kolonoskopi rutin dimulai pada usia 45 tahun, daripada menunggu hingga gejala muncul.
Kanker usus besar dapat berkembang tanpa gejala hingga 10 tahun. Pada saat menimbulkan gejala yang terlihat, pengobatan seringkali lebih sulit karena penyakit tersebut sudah tidak lagi berada pada stadium awal.
Tingkatkan asupan serat harian Anda.
Menurut Sethi, mengonsumsi sekitar 30 gram serat per hari secara signifikan mengurangi risiko kanker kolorektal.

Foto: PH dibuat menggunakan AI
Hanya dengan meningkatkan asupan serat harian Anda sebanyak 10 gram, Anda dapat mengurangi risiko penyakit sekitar 7%.
Serat membantu sistem pencernaan berfungsi lebih baik dan membantu sisa makanan bergerak melalui usus lebih cepat.
Sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh merupakan sumber serat yang cocok untuk dimasukkan dalam makanan sehari-hari Anda.
Batasi konsumsi daging merah dan daging olahan.
Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen yang telah terkonfirmasi.
Daging merah termasuk dalam kelompok makanan yang dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, Anda harus mengurangi konsumsi kedua jenis makanan tersebut untuk melindungi kesehatan usus besar Anda.
Lakukan olahraga setiap hari.
Sethi merekomendasikan setidaknya 30 menit olahraga setiap hari. Berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan semuanya bermanfaat bagi sistem pencernaan.
Olahraga membantu meningkatkan motilitas usus dan memungkinkan sisa makanan melewati usus besar dengan lebih cepat. Hal ini mengurangi waktu kontak zat berbahaya dengan lapisan usus, sehingga mengurangi risiko penyakit.
Kurangi konsumsi alkohol.
Alkohol merupakan faktor risiko kanker kolorektal. Berhenti atau mengurangi konsumsi alkohol secara signifikan akan membantu melindungi kesehatan jangka panjang Anda.
Sumber: https://thanhnien.vn/thoi-quen-giup-giam-nguy-co-ung-thu-dai-trang-185260528094741325.htm








Komentar (0)