Perdana Menteri Pham Minh Chinh akan menghadiri KTT ASEAN ke-43 dan KTT terkait di Jakarta, Indonesia.
Perdana Menteri Pham Minh Chinh . Foto: VGP
Pernyataan Kementerian Luar Negeri pada malam 30 Agustus menyebutkan bahwa atas undangan Presiden Republik Indonesia, Ketua ASEAN 2023, Joko Widodo, Perdana Menteri Republik Sosialis Vietnam Pham Minh Chinh akan memimpin delegasi Vietnam untuk menghadiri KTT ASEAN ke-43 dan KTT terkait di Jakarta, Indonesia dari tanggal 4 hingga 7 September 2023.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bahwa para pemimpin 22 negara dan beberapa organisasi internasional akan menghadiri KTT ASEAN ke-43 dan konferensi terkait yang berlangsung dari 5-7 September.
Berbicara pada acara pada 28 Agustus, Menteri Luar Negeri Retno menyampaikan bahwa negara yang berpartisipasi meliputi 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN); Timor Leste sebagai pengamat; 9 negara mitra wicara yang juga merupakan anggota KTT Asia Timur (EAS - meliputi Korea Selatan, Jepang, India, Tiongkok, Australia, Selandia Baru, Kanada, Rusia, dan Amerika Serikat); dan 2 negara tamu: Bangladesh (Ketua Asosiasi Negara-Negara Lingkar Samudra Hindia - IORA) dan Kepulauan Cook (Ketua Forum Kepulauan Pasifik - PIF).
Menurut Ibu Retno, ini merupakan KTT ASEAN terbesar yang pernah diselenggarakan dengan partisipasi ASEAN 11, beserta banyak negara anggota EAS.
Ia menegaskan bahwa komposisi peserta yang disebutkan di atas juga mencerminkan pendekatan inklusif yang ditetapkan dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).
Selain upacara pembukaan dan penutupan KTT ASEAN ke-43, pada 5-7 September, Presiden Indonesia Joko Widodo, Ketua ASEAN 2023, akan memimpin 12 pertemuan, termasuk sesi pleno dan sesi retret KTT ASEAN ke-43, pertemuan antara ASEAN dan mitranya Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, AS, Kanada, India, Australia, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan negara-negara anggota EAS.
Rangkaian KTT ASEAN ke-43 akan berfokus pada empat area utama, yaitu membangun fondasi bagi Visi Jangka Panjang ASEAN, menjadikan ASEAN lebih tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, dan mentransformasi Indo-Pasifik menjadi kawasan yang damai dan sejahtera.
laodong.vn
Komentar (0)