Bapak Li Qiang berkunjung ke Rusia atas undangan Perdana Menteri Mishustin. Kedua pihak akan membahas prospek pengembangan kemitraan komprehensif dan perluasan kerja sama di berbagai bidang, termasuk energi dan industri otomotif, serta menandatangani sejumlah dokumen antarpemerintah.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko (kanan) menyambut Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang di Bandara Vnukovo, Moskow, Rusia, pada 20 Agustus 2024. Foto: TASS
Menurut kantor berita Xinhua, dalam pernyataan yang dikeluarkan saat kedatangan, Tn. Li Qiang mengatakan bahwa di bawah arahan strategis Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Tiongkok dan Rusia telah menetapkan model untuk jenis baru hubungan internasional dan hubungan antara negara-negara tetangga utama.
Ia juga menambahkan bahwa hubungan Tiongkok-Rusia di era baru telah menunjukkan vitalitas dan kekuatan baru, dengan kepercayaan politik timbal balik yang lebih kuat, kerja sama yang bermanfaat di berbagai bidang, persahabatan yang mendalam, serta koordinasi internasional yang erat dan efektif.
Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang (kiri) bertemu dan berunding dengan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin selama kunjungannya. Foto: TASS
Kantor berita Rusia TASS mengutip Perdana Menteri Mishustin yang mengatakan pada pertemuan dengan Perdana Menteri Li Qiang bahwa Moskow dan Beijing harus bersama-sama membela kepentingan mereka dan prinsip-prinsip tatanan dunia multipolar di tengah tekanan dari sanksi Barat.
"Kita berada dalam situasi luar negeri yang sulit. Negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ilegal dengan dalih yang absurd," ujarnya.
Kunjungan Perdana Menteri Tiongkok ke Rusia bertepatan dengan peringatan 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara dan akan berlangsung hingga 22 Agustus. Sebagaimana dicatat oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, "Di bawah arahan strategis kedua pemimpin, hubungan Tiongkok-Rusia telah berhasil mengatasi gangguan eksternal dan mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan stabil."
Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, perdagangan Tiongkok-Rusia meningkat 1,6% year-on-year menjadi $136,67 miliar. Sementara itu, total perdagangan kedua negara melampaui $240 miliar pada tahun 2023, hampir 2,7 kali lipat dibandingkan satu dekade lalu.
Menurut jadwal, setelah mengunjungi Rusia, Tuan Li Qiang akan melanjutkan kunjungannya ke Belarus.
Bui Huy (menurut TASS, Reuters)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/thu-tuong-trung-quoc-ly-cuong-den-tham-nga-nham-thuc-day-moi-quan-he-giua-hai-nuoc-post308675.html
Komentar (0)