Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3) secara berlebihan, yang menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 20-30%, mengakibatkan penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat, detak jantung cepat, tremor, kecemasan, kelelahan, gangguan menstruasi, dan risiko osteoporosis yang lebih tinggi. Diet yang tepat dapat membantu memperbaiki hipertiroidisme.
1. Prinsip diet untuk penderita hipertiroidisme
- Energi yang cukup: Meskipun hipertiroidisme meningkatkan metabolisme, menyebabkan penurunan berat badan karena tubuh membakar lebih banyak kalori, kondisi ini dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, kebutuhan energi penderita hipertiroidisme akan bervariasi, tetapi hampir setara dengan tingkat normal ketika penyakit tersebut terkontrol dengan baik. Dengan demikian, tidak ada rekomendasi tunggal mengenai jumlah energi yang perlu diberikan.
Pasien perlu menyesuaikan asupan makanan mereka sesuai dengan kondisi fisik mereka, memastikan mereka tidak kehilangan berat badan dan secara bertahap menambah berat badan seiring dengan terkendalinya penyakit, untuk mencapai berat badan ideal mereka (berat badan ideal adalah berat badan yang mencapai BMI antara 21 dan 22). Misalnya, jika tinggi badan Anda 1,6 m, berat badan ideal Anda adalah (1,6 x 1,6) x 21 = 54 kg hingga (1,6 x 1,6) x 22 = 56 kg (antara 54 dan 56 kg).

Penderita hipertiroidisme sebaiknya mengonsumsi sumber protein seperti ayam.
- Pilih sumber protein: Jika tubuh tidak menerima energi yang cukup, tubuh akan kehilangan massa otot untuk menghasilkan energi. Oleh karena itu, jika Anda telah atau sedang mengalami penurunan berat badan, Anda perlu mengonsumsi lebih banyak protein untuk mengimbangi jumlah yang hilang. Jika berat badan Anda terkontrol dengan baik (tidak mengalami penurunan berat badan), jumlah protein yang dibutuhkan seharusnya sama seperti biasanya.
Penting untuk memilih jenis protein yang tepat. Pada kasus hipertiroidisme, tubuh perlu dipasok dengan jenis protein yang dapat langsung digunakan, seperti protein dari ayam, ikan, udang, telur, daging, susu, kedelai, dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Batasi konsumsi sumber protein yang mengandung lemak tidak sehat (seperti daging dari hewan berkaki empat yang berlemak); batasi sumber protein yang tinggi yodium (seperti rumput laut dan makanan laut), karena pada hipertiroidisme, makanan kaya yodium dapat merangsang kelenjar tiroid menjadi lebih aktif, sehingga membahayakan kesehatan tiroid.
Namun, pasien sebaiknya bertanya kepada dokter apakah mereka perlu membatasi asupan yodium, karena setelah penyakit terkendali, mungkin tidak perlu lagi khawatir tentang kadar yodium dalam makanan.
- Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup: Hormon tiroid berlebih mengurangi kepadatan tulang, jadi Anda membutuhkan 1000-1200 mg kalsium setiap hari dari makanan Anda. Makanan yang kaya kalsium meliputi udang/ikan kecil, kepiting, biji wijen, dan brokoli. Selain itu, vitamin D yang cukup diperlukan untuk menyerap kalsium dari makanan. Vitamin D diperoleh dari minyak ikan, ikan berlemak, telur, jamur, dan disintesis oleh kulit saat terpapar sinar matahari.

Ikan berlemak kaya akan vitamin D, yang membantu penderita hipertiroidisme menyerap kalsium dari makanan.
- Tingkatkan asupan makanan yang kaya antioksidan, seng, selenium, dan omega-3: Nutrisi ini mendukung metabolisme hormon dan mengurangi peradangan. Selenium berasal dari kacang mete, beras merah, atau jamur; seng dari daging sapi tanpa lemak dan biji wijen; dan omega-3 dari ikan berlemak dan kenari.
- Minumlah air yang cukup: Pertahankan asupan harian 2-2,5 liter untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
- Batasi asupan yodium sesuai petunjuk dokter Anda.
- Kurangi/Hindari stimulan: Hindari kafein dari kopi dan teh kental; alkohol, makanan pedas, atau cokelat untuk mengurangi detak jantung cepat dan kecemasan. Penderita hipertiroidisme dapat minum teh herbal atau air lemon jika menginginkan minuman dengan sedikit rasa, tetapi ini bukanlah pengganti air putih sepenuhnya.
- Bagilah makanan menjadi porsi yang lebih kecil: Jika makan tiga kali makan utama membuat tubuh merasa terlalu kenyang, pasien dapat makan 5-6 kali makan kecil sehari untuk memastikan energi yang cukup. Makanan kecil ini dapat berupa smoothie buah, bubur, sandwich telur, atau jagung/kentang rebus. Pasien sebaiknya menyiapkan makanan kecil ini terlebih dahulu agar dapat dikonsumsi saat dibutuhkan tanpa mengganggu rutinitas/pekerjaan sehari-hari mereka.
2. Saran rencana makan untuk pasien dengan hipertiroidisme.
Menu ini menyediakan 1600 kkal untuk 3 kali makan utama dan 500-600 kkal untuk camilan; pasien dapat menambah atau mengurangi porsi sesuai kebutuhan masing-masing. Idealnya, pasien harus berkonsultasi dengan ahli gizi untuk merancang rencana makan yang dipersonalisasi.
Makanan | Piring | Energi |
Sarapan | Pho ayam yang terjangkau: - Mie beras 180g - 50g daging ayam - Daun bawang, daun ketumbar, daun jeruk nipis | 450 kkal |
Camilan 1 | - Pisang: 1 buah pisang kecil - Yogurt tanpa pemanis: 100 ml | 150 kkal |
Makan siang | Nasi: 1 mangkuk Kaki babi rebus: 50 g Tumis ayam dengan bawang bombay: 50g ayam + 50g bawang bombay Tumis kangkung: 100g kangkung Sup labu hijau dengan daging: 50g labu hijau + 5g daging Kacang tanah panggang: 10-12 butir | 650 kkal |
Camilan 2 | Jagung rebus: 1 tongkol | 250 kkal |
Makan malam | Nasi: 1 mangkuk Udang kering tumis: 1 sendok makan Tahu dalam saus tomat: 1 blok tahu kecil Kangkung rebus: 150 g | 550 kkal |
Camilan 3 | Susu segar tanpa pemanis: 200 ml 1 umbi talas kecil | 200 kkal |
Lihat artikel trending lainnya:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/thuc-don-cho-nguoi-benh-cuong-giap-169260601172411274.htm








Komentar (0)