Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berfoto dengan mahasiswa Universitas Vietnam-Jerman
Sore ini (24 Januari), Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan delegasinya mengunjungi dan bekerja di Universitas Vietnam-Jerman.
Dalam sesi kerja tersebut, Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier beserta delegasinya mengunjungi Laboratorium dan Praktik Teknik dan Manajemen Produksi Global, termasuk pengalaman menggunakan mesin pemotong. Khususnya, Presiden dan delegasinya menyampaikan pidato di hadapan mahasiswa dan dosen, serta berdiskusi dengan mahasiswa mengenai rekrutmen tenaga kerja berkualifikasi tinggi dari Universitas Vietnam-Jerman.
Berbagi dengan mahasiswa Universitas Vietnam-Jerman, Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier berharap dapat menarik lebih banyak pekerja Vietnam yang terampil untuk bekerja di Jerman.
Dalam pesannya kepada kaum muda, Presiden membandingkan kereta Reunifikasi dengan tulang punggung Vietnam karena membentang dari Utara ke Selatan, menghubungkan kedua wilayah negara tersebut. Beliau percaya bahwa tulang punggung Vietnam saat ini adalah rakyatnya, terutama kaum mudanya.
"Masa depan adalah milik kalian, negara ini milik kalian," tulisnya kepada para mahasiswa Universitas Vietnam-Jerman.
Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi dan merasakan ruang praktik sekolah tersebut.
Sekitar 8,6% lulusan bekerja di Jerman
Universitas Vietnam-Jerman (VGU) adalah universitas negeri yang didirikan berdasarkan proyek pelatihan dan kerja sama ilmiah yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan dan Kementerian Sains dan Seni Hessen, Jerman. Universitas ini mulai beroperasi pada tahun 2008 berdasarkan keputusan Perdana Menteri dengan orientasi menjadi universitas riset terkemuka di Vietnam, kawasan, dan dunia .
Universitas Vietnam-Jerman saat ini memiliki 17 program pelatihan di 6 bidang spesialisasi sains , teknik, dan teknologi. Fakultas ini melatih lebih dari 2.700 mahasiswa dan mahasiswa pascasarjana, termasuk lebih dari 70 mahasiswa internasional dari 24 negara. Setiap tahun, fakultas ini menerima 100-150 profesor Jerman untuk mengajar dan berbagi pengetahuan. Bahasa Inggris adalah bahasa utama dalam semua kegiatan fakultas dan mahasiswa belajar bahasa Jerman sebagai bahasa kedua.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berbicara kepada para siswa
Tingkat pekerjaan mahasiswa setelah 1 tahun lulus adalah 97%. Dari jumlah tersebut, 82% bekerja di bidang yang sesuai dengan jurusan mereka, dan jumlah mahasiswa yang bekerja di Jerman sekitar 8,6%. Selain itu, sekitar 23% lulusan universitas melanjutkan studi magister dan 7% mahasiswa melanjutkan studi doktoral setelah menyelesaikan program magister.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ha Thuc Vien, Wakil Kepala Sekolah, berharap kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier akan memberikan kontribusi dalam memperkuat peran penting pendidikan dalam meningkatkan saling pengertian dan kerjasama di skala global, sehingga semakin mempererat persahabatan dan kerjasama antara Vietnam dan Jerman.
Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier berbincang dengan mahasiswa Universitas Vietnam-Jerman
Sebelumnya, pada pagi hari tanggal 23 Januari, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan istrinya, Elke Büdenbender, tiba di Hanoi, memulai kunjungan kenegaraan resmi ke Vietnam pada tanggal 23-24 Januari, atas undangan Presiden Vo Van Thuong dan istrinya. Presiden Frank-Walter Steinmeier telah mengunjungi Vietnam dua kali (pada Maret 2008 sebagai Menteri Luar Negeri dan pada Oktober 2016 sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri). Beliau telah memberikan banyak kontribusi bagi hubungan kedua negara, dengan memperhatikan perkembangan dan integrasi komunitas Vietnam di Jerman.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)