1. Sejarah dan makna festival Mardi Gras di New Orleans
Festival Mardi Gras di New Orleans diperkenalkan ke Amerika pada abad ke-18 (Sumber foto: Collected)
Mardi Gras di New Orleans berakar pada tradisi Katolik Eropa, khususnya Prancis, dan diperkenalkan ke Amerika Serikat pada abad ke-18 ketika New Orleans masih menjadi koloni Prancis. "Mardi Gras" berarti "Selasa Gemuk" dalam bahasa Prancis, menandai hari terakhir untuk menikmati makanan kaya lemak, gula, dan daging sebelum Prapaskah – periode pantang dan refleksi selama 40 hari menjelang Paskah.
Ketika tradisi ini tiba di New Orleans, ia berpadu dengan budaya Creole, Spanyol, Afrika, dan pengaruh imigran lainnya hingga menjadi festival yang sangat lokal. Selama berabad-abad, Mardi Gras di New Orleans telah berevolusi dari pesta dansa kerajaan yang privat menjadi parade publik yang penuh warna dan kreatif.
Makna penting festival ini tidak hanya menandai masa sebelum Prapaskah, tetapi juga menyediakan kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan mengekspresikan kegembiraan, kebebasan, dan kreativitas manusia. Banyak warga New Orleans menganggap Mardi Gras sebagai "jiwa" kota – bagian tak terpisahkan dari kehidupan spiritual.
2. Suasana meriah festival Mardi Gras di New Orleans
Saat musim liburan mendekat, seluruh New Orleans berubah menjadi panggung raksasa (Sumber foto: Dikumpulkan)
Menjelang musim liburan, seluruh New Orleans berubah menjadi satu panggung raksasa. Perayaan Mardi Gras di New Orleans biasanya berlangsung selama berminggu-minggu menjelang Hari Mardi Gras itu sendiri, dengan kemeriahan yang berlangsung siang dan malam.
Jalan-jalan utama, terutama French Quarter, dihiasi dengan mewah tiga warna utama: ungu melambangkan keadilan, kuning melambangkan kekuasaan, dan hijau melambangkan keimanan. Marching band yang memainkan musik jazz, blues, dan funk ada di mana-mana, menciptakan ritme yang mengajak orang-orang untuk bergabung dengan kerumunan.
Pengunjung tidak hanya akan melihat penduduk lokal, tetapi juga wisatawan dari seluruh dunia berbondong-bondong ke sini, mengenakan kostum berkilau, topeng rumit, dan perhiasan yang memikat. Suasana meriah menyebar dari pagi hingga pesta malam yang meriah berakhir, meninggalkan kenangan tak terlupakan.
3. Parade spektakuler di festival Mardi Gras di New Orleans
Puncak dari festival Mardi Gras di New Orleans adalah parade yang megah (Sumber foto: Collected)
Puncak acara Mardi Gras di New Orleans adalah parade-parade spektakulernya. Setiap parade, yang disebut "krewe", diselenggarakan oleh sebuah klub atau kelompok yang bertanggung jawab merancang kendaraan hias, kostum, dan pertunjukan mereka sendiri.
Kendaraan hias dihiasi dengan rumit, dengan tema-tema yang beragam, mulai dari kisah mitologi dan sejarah hingga gambaran satir masyarakat kontemporer. Saat parade berlalu, orang-orang di atas kendaraan hias melemparkan suvenir kepada penonton, biasanya manik-manik plastik warna-warni, piala plastik, mainan kecil, atau hadiah unik. Aksi ini disebut "lempar" dan dianggap sebagai tradisi yang tak terpisahkan.
Marching band juga memainkan peran penting, memimpin penonton dengan alunan lagu-lagu yang menarik. Para wisatawan berdiri di pinggir lapangan, bersorak dan berusaha menangkap hadiah sebanyak mungkin, menciptakan suasana meriah yang menyatukan semua orang.
4. Makanan lezat di festival Mardi Gras di New Orleans
Hidangan simbolis pada kesempatan ini adalah “King Cake” – kue donat berwarna-warni (Sumber foto: Collected)
Selain musik dan parade, Mardi Gras di New Orleans juga merupakan surga kuliner bagi mereka yang gemar menjelajahi cita rasa khas Amerika Selatan. Hidangan Creole dan Cajun dijual di berbagai pasar, restoran, dan bahkan di jalanan.
Hidangan simbolis untuk acara ini adalah "Kue Raja" – donat warna-warni yang dihiasi gula bubuk ungu, kuning, dan hijau. Di dalam kue biasanya terdapat patung bayi plastik kecil, dan siapa pun yang menemukannya dianggap beruntung dan akan menjadi tuan rumah pesta Kue Raja berikutnya.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati jambalaya, gumbo, roti lapis po' boy, atau hidangan laut segar. Aroma yang memikat dari kios-kios makanan, dipadukan dengan alunan musik yang meriah, membuat siapa pun tak dapat menolaknya.
5. Pertukaran budaya selama festival Mardi Gras di New Orleans
Mardi Gras adalah kesempatan bagi berbagai budaya untuk bertemu, berbaur, dan menciptakan pesta multietnis bersama (Sumber foto: Dikumpulkan)
Mardi Gras di New Orleans adalah momen bagi berbagai budaya untuk bertemu, berbaur, dan berkumpul dalam satu pesta multietnis. Dari musik jazz Afrika-Amerika, hingga masakan Prancis-Spanyol, hingga tarian Latin dan Karibia, semuanya menyatu secara alami.
Wisatawan dapat dengan mudah berbincang dengan penduduk setempat, bergabung dalam pesta jalanan, atau mempelajari beberapa gerakan tari mengikuti alunan musik yang berirama. Banyaknya seniman jalanan dari seluruh penjuru dunia juga turut memeriahkan suasana, memberikan pengunjung pengalaman budaya yang semarak dan autentik.
Mardi Gras di New Orleans lebih dari sekadar acara hiburan berskala besar; Mardi Gras juga merupakan ikon budaya unik yang menyatukan orang-orang dari seluruh dunia. Dari parade yang meriah, musik yang meriah, kuliner yang kaya, hingga topeng-topeng mistis, semuanya berpadu menciptakan pengalaman yang unik. Baik Anda pencinta musik, pencinta kuliner, atau sekadar mencari suasana festival yang meriah, Mardi Gras di New Orleans pasti akan meninggalkan kenangan tak terlupakan.
Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/le-hoi-mardi-gras-o-new-orleans-v17758.aspx
Komentar (0)