Pengalaman pertama di ryokan: Apa yang perlu dipersiapkan agar tidak merasa "tidak pada tempatnya"?
Ryokan Jepang adalah salah satu pengalaman yang paling patut dicoba saat mengunjungi negeri sakura di musim gugur. Bukan sekadar tempat menginap, ryokan juga merupakan pintu gerbang menuju dunia budaya tradisional, tempat Anda dapat hidup perlahan, menyentuh napas alam, dan merasakan semangat asli Jepang. Jadi, apa saja yang perlu Anda persiapkan agar tidak "kehilangan tempat" saat menginap di ryokan? Artikel di bawah ini akan membantu Anda menjawab semuanya.
Việt Nam•29/08/2025
Ada sesuatu yang sangat menarik tentang musim gugur di Jepang. Bukan hanya karena daun maple merah cerahnya atau langit biru yang sejuk, tetapi juga karena ini adalah musim yang ideal bagi pengunjung untuk merasakan Jepang yang sesungguhnya – perlahan, mendalam, dan penuh karakter.
Dan tidak ada tempat yang lebih menunjukkan hal itu selain menginap di ryokan tradisional – di mana waktu seakan berhenti, dan setiap detail diperhatikan dengan rasa hormat yang mendalam terhadap budaya, alam, dan manusia.
Namun, pengalaman pertama Anda di ryokan bisa membingungkan: Kapan harus melepas sepatu? Bagaimana cara memakai yukata? Apakah perlu mengenakan pakaian saat memasuki onsen? Apakah makan malam tepat waktu itu penting?... Artikel ini akan membantu Anda mempersiapkan diri dengan matang untuk memasuki dunia ryokan dengan percaya diri - terutama di musim gugur Jepang, ketika setiap pengalaman menjadi lebih berkesan dan berkesan dari sebelumnya.
1. Apa itu ryokan? Dan mengapa Anda harus mencoba ryokan setidaknya sekali, terutama di musim gugur?
Ryokan bukan sekadar tempat bermalam. Ryokan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan menjelajahi musim gugur di Jepang sepenuhnya. (Foto: Dikumpulkan)
Ryokan adalah penginapan tradisional Jepang , dengan arsitektur khas: lantai tatami, pintu geser kertas washi, kasur futon, bak mandi kayu hinoki, dan makan malam kaiseki multi-menu yang rumit dan menyerupai karya seni.
Tidak seperti hotel modern, ryokan mengutamakan ketenangan, privasi, dan keseimbangan antara manusia dan alam – hal ini paling terlihat saat musim gugur tiba.
Bayangkan: Anda sedang duduk di beranda kayu, mengenakan yukata tipis, menyeruput teh hangat, memandangi hutan maple merah tepat di hadapan Anda, dan di sekeliling Anda terdengar suara angin yang bertiup melewati beranda dan aroma lembut kayu cendana di udara dingin...
2. Apa yang membuat pengalaman menginap di ryokan “berbeda” dan terkadang membingungkan bagi tamu yang baru pertama kali menginap?
Pelajari tentang keunikan yang menjadikan pengalaman menginap di ryokan musim gugur di Jepang istimewa, beserta tips untuk menghindari kebingungan saat pertama kali berkunjung. (Foto: Dikumpulkan)
Di ryokan, semuanya mengikuti ritme tertentu, hampir seperti ritual, alih-alih menginap. Hal ini bisa membuat Anda merasa sedikit "tidak nyaman" jika tidak siap. Inilah yang membedakan ryokan, dan mengapa Anda harus memahaminya sebelum masuk:
Dilarang memakai sepatu di dalam rumah: Begitu masuk, Anda akan diminta melepas sepatu dan memakai sandal rumah. Namun, saat masuk ke ruang tatami, Anda harus melepas sepatu. Ini tabu jika Anda tidak tahu.
Pemandian onsen bersama: Kebanyakan ryokan memiliki sumber air panas. Namun... pemandian bersama, tanpa pakaian, dan dengan prosedur yang jelas. Bagi banyak orang Vietnam, ini adalah "kejutan" pertama.
Waktu yang ketat: Makan malam (kaiseki) biasanya disajikan tepat waktu – jika Anda pulang terlambat, Anda mungkin tidak sempat makan. Staf akan membersihkan futon Anda setelah selesai, dan semuanya dilakukan sesuai jadwal.
Keheningan total: Ryokan adalah tempat untuk bersantai, bermeditasi, dan beristirahat. Berbicara keras, memutar musik, menelepon dengan suara keras… semuanya tidak sopan.
Namun, justru hal-hal inilah yang membentuk budaya ryokan – di mana setiap pengalaman memiliki kedalaman, "napas Jepang" yang sangat unik. Terutama di musim gugur, ketika nuansa kelesuan dan keheningan terasa lebih nyata dari sebelumnya.
>> Lihat tur musim gugur Jepang: 1. Jepang: Tokyo - Gunung Fuji - Oshino Hakkai - Kyoto - Osaka (Pengalaman Helikopter, Pelayaran Makan Malam Teluk Tokyo, Pengalaman Daging Sapi Kobe) 2. Jepang: Tokyo - Disneyland - Gunung Fuji - Oshino Hakkai - Taman Fujiten - Nagoya - Kyoto - Kobe - Osaka (4 malam menginap di hotel, Nikmati daging sapi Kobe & pengalaman upacara minum teh - kenakan Yukata, Petik buah)
3. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menginap di ryokan Jepang untuk pertama kalinya?
Temukan apa yang perlu Anda ketahui untuk menikmati pengalaman ryokan musim gugur Jepang yang lengkap, mulai dari cara mengenakan yukata hingga aturan mandi onsen yang sesuai budaya. (Foto: Dikumpulkan)
Pengalaman pertama menginap di ryokan Jepang adalah salah satu hal paling seru saat berwisata ke negeri matahari terbit, terutama di musim gugur – saat udara sejuk, pemandangan tenang, dan semua emosi terasa berlipat ganda. Namun, bagi yang baru pertama kali menginap, ryokan juga bisa menghadirkan nuansa "aneh" karena sangat berbeda dengan hotel biasa. Jadi, mari kita bahas hal-hal yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan – bukan untuk mematuhi aturan, melainkan agar perjalanan lebih lancar, sesuai dengan semangat Jepang, dan berkesan dengan cara Anda sendiri.
3.1. Kenakan yukata dengan benar – dan kenakan dengan hormat
Saat check-in, Anda akan diberikan yukata – pakaian tradisional sederhana yang sering dikenakan saat menginap di ryokan. Anda harus mengenakan yukata dengan tetap menghormati budaya Jepang: lipatan kiri harus selalu menutupi lipatan kanan (bukan sebaliknya), ikat pinggang dengan rapi, dan Anda dapat menambahkan haori jika cuaca dingin di musim gugur. Mengenakan yukata saat makan malam, berjalan-jalan di sekitar ryokan, atau berendam di onsen adalah cara yang nyaman untuk berbaur dengan gaya hidup lokal.
Namun, jangan anggap remeh yukata sebagai kostum. Mengenakannya dengan cara yang salah, mengikatnya terlalu longgar, atau menolaknya karena "malu" akan membuat Anda terlihat canggung. Khususnya, jangan mengubah yukata menjadi piyama atau memakainya hanya untuk berfoto lalu langsung melepasnya – orang Jepang akan langsung menyadari kepalsuan ini.
3.2. Mandi di onsen dengan benar – dan jangan mengubah tempat suci menjadi tempat asing
Berendam di onsen merupakan bagian penting dari menginap di ryokan, terutama di musim gugur ketika air panas dan kabut menciptakan suasana meditatif. Sebelum memasuki onsen, Anda harus mencuci tubuh secara menyeluruh dengan sabun dan keramas jika perlu, mengeringkan tubuh, lalu berendam di air panas. Handuk kecil (tenugui) dapat dikenakan untuk menutupi tubuh saat bergerak, tetapi jangan sampai menyentuh air.
Di sisi lain, memasuki onsen tanpa mandi, mengenakan pakaian renang, berbicara keras, atau mengambil foto dianggap sangat tidak sopan. Banyak ryokan bahkan akan meminta Anda meninggalkan area pemandian jika Anda melanggar aturan ini. Berhati-hatilah jika Anda memiliki tato – tanyakan terlebih dahulu, karena beberapa tempat masih membatasi tato demi menjaga privasi orang lain.
3.3. Makan tepat waktu dan jangan anggap remeh makan malam kaiseki
Ryokan sering menyajikan makan malam bergaya kaiseki – serangkaian hidangan artistik yang disiapkan dengan cermat, mulai dari bahan hingga penyajian. Di musim gugur, hidangan khas seperti jamur matsutake, kastanye, salmon, akar teratai… menjadikan pesta tak hanya lezat, tetapi juga menghadirkan cita rasa musim ke dalam setiap hidangan.
Anda harus tiba tepat waktu (biasanya pukul 18.00–19.30), menjaga sikap hormat, dan menikmati setiap hidangan dengan perlahan. Kaiseki bukan sekadar "makan", melainkan ritual budaya yang berkelas.
Di sisi lain, jika Anda datang terlambat, melewatkan makan tanpa pemberitahuan, atau memaksa untuk mengubah menu secara tiba-tiba (kecuali Anda sudah memberi tahu alergi Anda sebelumnya), hal itu akan memalukan bagi staf maupun koki. Kaiseki tidak "dimasak ulang" seperti pesanan restoran – setiap hidangan adalah bagian dari pengalaman yang tak terulang.
3.4. Tidur di futon – dan jangan berharap tempat tidur yang tinggi
Salah satu ciri khas ryokan adalah futonnya – kasur katun yang diletakkan langsung di atas lantai tatami. Setelah makan malam, staf akan datang dan menggelar futon untuk Anda, atau Anda dapat menggelarnya sendiri untuk menikmati suasananya.
Anda sebaiknya memeriksa ketebalan futon, dan jika terasa tipis atau dingin (terutama di akhir musim gugur), Anda dapat meminta kasur atau selimut tambahan. Berbaring di futon sambil mendengarkan angin di luar teras, merasakan aroma kayu yang lembut, dan suasana pedesaan ruangan adalah pengalaman yang tidak dapat diberikan oleh tempat tidur hotel.
Yang tidak boleh Anda lakukan adalah menunggu tempat tidur tinggi, atau menyeret koper berat di lantai tatami – lantai tersebut mudah tergores dan kotor. Selain itu, jangan duduk di futon dengan sandal, bahkan sandal dalam ruangan sekalipun – hal itu dianggap tidak sopan dalam budaya Jepang.
3.5. Tetap diam dan jangan merusak ritme kehidupan yang lambat
Ryokan adalah tempat meditasi, dan musim gugur membuat setiap suara terasa lebih jelas—daun, angin, langkah kaki di lantai kayu. Selama di sini, pelankan suara Anda, gunakan headphone jika perlu hiburan, dan tutup pintu perlahan saat keluar.
Sebaliknya, menyalakan speakerphone, menelepon dengan suara keras, tertawa terbahak-bahak, atau menyeret koper di malam hari adalah hal-hal yang tabu. Ruang ini bukan untuk "hidup cepat", melainkan untuk "mendengarkan diri sendiri". Hargai itu.
3.6. Lepaskan sepatu Anda pada waktu yang tepat – dan jangan meninggalkan jejak kaki modern di tatami
Orang Jepang sangat mementingkan kebersihan dan pemisahan yang jelas antara "luar" dan "dalam". Saat memasuki ryokan, Anda harus melepas sepatu tepat di pintu masuk, lalu mengenakan sandal yang disediakan oleh ryokan. Khususnya, saat memasuki kamar tidur berlantai tatami, Anda harus melepas sandal dan berjalan tanpa alas kaki atau mengenakan kaus kaki bersih.
Jangan sekali-kali memakai sepatu atau sandal di area tatami, bahkan hanya beberapa langkah saja. Jangan pula naik ke futon dengan sandal atau meninggalkan barang bawaan kotor di lantai. Hal-hal kecil ini memang sepele, tetapi cukup untuk merusak penampilan Anda.
4. Ryokan musim gugur yang disarankan untuk pengunjung pertama kali
Temukan ryokan yang luar biasa - Nikmati pengalaman musim gugur Jepang dengan dedaunan merah dan budaya tradisional yang unik. (Foto: Dikumpulkan)
Agar perjalanan ryokan musim gugur Anda semakin lengkap, memilih tempat menginap yang tepat memainkan peran yang sangat penting. Bagi yang baru pertama kali menginap, sebaiknya pilih ryokan yang lokasinya strategis, memiliki layanan pendukung yang baik, dan terutama dekat dengan suasana alam musim gugur.
Berikut ini beberapa ryokan khas, yang mudah diakses dari kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto atau Nagoya, yang menonjol karena pemandangan dedaunan musim gugur dan pengalaman budaya tradisionalnya:
4.1. Ryokan Gora Kadan – Hakone (dekat Tokyo)
Terletak di pegunungan Hakone, Gora Kadan terkenal dengan pemandian air panasnya yang berkualitas dan suasananya yang menyatu dengan pepohonan musim gugur yang indah. Ini adalah pilihan terbaik bagi mereka yang ingin bersantai di air hangat sambil menyaksikan dedaunan merah berganti warna di sekitar ryokan. Kamar-kamarnya dirancang dengan indah, menyajikan hidangan kaiseki musiman, membantu Anda merasakan nuansa musim gugur Jepang dengan jelas.
4.2. Ryokan Yoshidaya – Kyoto
Ryokan machiya tradisional ini terletak di jantung kota Kyoto, nyaman bagi Anda untuk bersantai dan menjelajahi kota tua di musim gugur. Yoshidaya dikenal dengan layanannya yang ramah, membantu tamu yang baru pertama kali menginap agar mudah beradaptasi dengan kehidupan ryokan. Area kamar bernuansa tradisional, dekat dengan tempat-tempat terkenal untuk menikmati pemandangan daun musim gugur seperti Hutan Arashiyama dan Kuil Kiyomizu.
4.3. Shirakawa-go no Yu – Shirakawa-go
Jika Anda ingin merasakan pengalaman ryokan tradisional, Shirakawa-go di musim gugur adalah waktu yang tak boleh dilewatkan. Shirakawa-go no Yu menampilkan arsitektur khas gassho-zukuri, layanan lokal, dan lembah yang terbuka dengan dedaunan maple merah. Ini adalah pilihan tepat bagi mereka yang ingin membenamkan diri dalam nuansa alam musim gugur tradisional Jepang.
5. Beberapa catatan saat memilih ryokan musim gugur untuk pertama kalinya
Selalu bawa sepasang kaus kaki yang bersih dan bagus – Anda akan sering memakai kaus kaki di ryokan. (Foto: ANA)
Pesan lebih awal: Musim gugur adalah musim puncak, terutama untuk ryokan terkenal di dekat area dedaunan musim gugur, jadi Anda perlu memesan setidaknya 2-3 bulan sebelumnya.
Pilih ryokan dengan dukungan bahasa Inggris: Membantu Anda menghindari kebingungan saat check-in, pertanyaan, dan pemesanan layanan.
Bacalah peraturan ryokan dengan saksama: Beberapa tempat memiliki pembatasan terhadap tamu asing atau aturan khusus tentang tato atau makanan khusus.
Tambahan opsional: Banyak ryokan menawarkan tur wisata, pengalaman budaya, atau layanan antar-jemput dari stasiun kereta terdekat.
Memilih ryokan yang tepat tak hanya akan membantu Anda menghindari kebingungan di awal, tetapi juga membuat musim gugur di Jepang lebih lengkap, berkelas, dan berkesan. Pengalaman menginap di ryokan standar, dengan warna merah musim gugur di mana-mana, akan menjadi perjalanan yang "tak terlupakan" selamanya di hati Anda.
>> Lihat tur Jepang musim gugur 2025: 1. Jepang: Tokyo – Gunung Fuji – Oshino Hakkai – Kyoto – Osaka (4 malam menginap di hotel) | Rasakan naik shinkansen & saksikan pertunjukan Geisha (6 hari 5 malam) 2. Jepang: Tokyo – Gunung Fuji – Oshino Hakkai – Kyoto – Osaka (4 malam menginap di hotel) | Rasakan naik shinkansen & saksikan pertunjukan Geisha | Rasakan upacara minum teh dan kenakan Yukata untuk berjalan-jalan di kota (6 hari 5 malam) 3. Jepang: Tokyo - Gunung Fuji - Oshino Hakkai - Kyoto - Kobe - Osaka (4 malam menginap di hotel) | Rasakan naik shinkansen & nikmati daging sapi Kobe | Kunjungi Shibuya Avenue | Es krim berlapis emas gratis (6N5D)
Jangan biarkan kebingungan menghalangi Anda. Rencanakan perjalanan Anda ke Jepang hari ini untuk membenamkan diri dalam suasana ryokan tradisional yang menawan di musim gugur di negeri matahari terbit. Perjalanan impian Anda menanti! - Untuk informasi lebih lanjut tentang program ini, silakan hubungi: VIETRAVEL 190 Pasteur, Xuan Hoa Ward, HCMC Telp: (028) 3822 8898 - Hotline: 1800 646 888 Halaman penggemar: https://www.facebook.com/vietravel Situs web: www.travel.com.vn
Sumber artikel: Dikumpulkan dan disusun @tipsperjalanan #tipsperjalanan
Komentar (0)