Menurut catatan, pertandingan final sepak bola putra SEA Games ke-32 antara U22 Thailand dan U22 Indonesia berlangsung pada malam 16 Mei dan mencapai 2,5 juta penonton di saluran Youtube VTV.
Bek tengah Khemdee menerima kartu merah pada pertandingan terakhir SEA Games 32 (Foto: Hieu Luong)
Patut dicatat, ini juga merupakan rekor jumlah penonton pertandingan di SEA Games. Rekor sebelumnya adalah 1,8 juta penonton.
Kembali ke pertandingan final, Timnas U22 Indonesia berhasil meraih gelar juara SEA Games ke-32 setelah mengalahkan Timnas U22 Thailand dengan skor 5-2.
Ini juga merupakan Kejuaraan SEA Games pertama setelah 32 tahun sepak bola Indonesia.
Khususnya, dalam pertandingan ini, wasit Kassem Matar Al-Hatmi mengeluarkan 7 kartu merah dan lebih dari 10 kartu kuning kepada pemain dan staf pelatih kedua tim.
Setelah perkelahian di lapangan Olimpiade, ketua delegasi U-22 Indonesia, Sumardi, mengatakan: “Sebenarnya, saya mencoba menghentikan semua orang, tetapi sayalah yang dipukuli. Saya tidak terluka parah. Ini hanya bagian dari perkelahian.”
Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, mengatakan, timnas U-22 Thailand-lah yang mengawali ketegangan di lapangan.
Wasit mengumumkan perpanjangan waktu selama 7 menit, jadi ketika waktu habis, kami mengira pertandingan sudah berakhir dan langsung masuk ke lapangan untuk merayakan tanpa bermaksud membuat masalah dengan siapa pun.
"Tak disangka, wasit meminta perpanjangan waktu selama 11 menit. Saat skor imbang 2-2, Thailand menyerbu ke tempat kami untuk memprovokasi kami, membuat pertandingan semakin seru," ujar Bapak Indra Sjafri.
Sementara itu, bek tengah Jonathan Khemdee mengatakan bahwa keputusan wasit Al-Hatmi lah yang menyebabkan bentrokan antara pemain dan staf pelatih kedua tim.
"Wasit membuat banyak kesalahan dan itulah alasan perkelahian itu," kata pemain Thailand U-22 itu.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)