Ular piton Burma yang invasif membunuh banyak predator alami tikus, sehingga mereka dapat berkembang biak dan menyerang Everglades.
Ular piton Burma dan tikus kapas. Foto: Rhona Wise/Danita Delimont
Ular piton Burma membantu tikus mendominasi sebagian Everglades Florida dengan memusnahkan banyak predator tradisional mereka, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Mammalogy. Lonjakan populasi tikus ini dapat mengganggu ekosistem yang sudah rapuh dan meningkatkan risiko penularan penyakit ke manusia, Live Science melaporkan pada 5 Juni.
Ular piton Burma ( Python bivittatus ) ditemukan di Taman Nasional Everglades pada tahun 1979. Populasinya meroket pada tahun 1980-an dan 1990-an. Saat ini, terdapat puluhan ribu ular piton yang hidup di Everglades. Selama 40 tahun terakhir, mereka telah memusnahkan banyak populasi hewan asli, termasuk kucing hutan, kelinci, dan rubah.
Namun, mamalia kecil tampaknya tidak terpengaruh oleh keberadaan ular piton Burma, termasuk tikus kapas ( Sigmodon hispidus ). Untuk menyelidiki dampak ular piton Burma terhadap spesies ini, para peneliti menangkap 115 tikus dan memasang pemancar, 34 di daerah dengan sedikit ular piton dan 81 di daerah dengan banyak ular piton. Mereka memantau tikus setiap dua hari dan merekam video predator ketika ada tikus yang mati. Dalam kasus di mana tikus kemungkinan tertelan, tim menganalisis DNA tikus dalam feses dan memuntahkan sisa-sisanya.
Temuan tim menunjukkan tingkat kematian yang serupa di kedua wilayah. Meskipun ular piton membunuh enam tikus kapas yang ditandai, dampaknya tidak signifikan terhadap populasi tikus secara keseluruhan. Namun, karena ular piton memiliki dampak signifikan terhadap populasi mamalia besar seperti kucing hutan dan rubah, mereka menciptakan ceruk ekologis bagi tikus untuk menyerang. Akibatnya, tikus kapas mengambil alih komunitas di wilayah yang populasi ular pitonnya melimpah, menurut penulis studi Robert A. McCleery, seorang profesor madya ekologi dan konservasi satwa liar di University of Florida.
Runtuhnya populasi mamalia besar dan sedang di Everglades memengaruhi proses ekologi penting seperti siklus nutrisi dan pemulungan. Tikus tidak dapat menggantikan peran mamalia yang hilang. Dominasi mereka juga berpotensi menyebarkan penyakit ke manusia. Tikus kapas merupakan reservoir virus yang dapat menginfeksi manusia, seperti virus Everglades (EVEV) dan hantavirus.
An Khang (Menurut Live Science )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)