Tren "menengok masa lalu" lewat Google Maps menimbulkan "badai" di internet.
Selama berminggu-minggu, TikTok, Facebook Reels, dan Instagram dibanjiri unggahan "sebelum - sesudah", yang menampilkan gambar rumah, toko, atau jalan yang dulunya penuh kenangan, kini telah berubah total, atau bahkan menghilang, yang ditampilkan oleh pengguna Google Maps.
Ketika Google Maps menjadi "gudang memori"
Rahasia di balik tren ini adalah fitur Street View Google Maps, yang menangkap gambar 360° rute dan lokasi, yang disimpan melalui banyak survei oleh kendaraan khusus. Sejak 2014, Google telah menambahkan kemampuan "perjalanan waktu", yang memungkinkan pengguna memilih tahun yang lalu untuk melihat perubahan suatu lokasi.
Berkat itu, hanya dengan beberapa langkah sederhana, siapa pun dapat memutar balik waktu dan membandingkan pemandangan masa lalu dan masa kini.
Tren ini dengan cepat menyebar luas karena menyentuh emosi banyak orang. Pengguna terharu ketika melihat kedai kopi yang familiar, jalan kecil, atau gedung apartemen tua dari masa kecil mereka kini berubah. Selain itu, laju urbanisasi membuat perubahan lanskap menjadi sangat jelas, membuat banyak orang terkejut dan gembira ketika melihat kembali foto-foto sebelum dan sesudahnya.
Lebih jauh lagi, alat Google Maps mudah digunakan, siapa pun dapat memanipulasi dan berbagi, menciptakan perasaan hubungan yang mendalam dengan orang lain melalui kenangan bersama.
Banyak orang dapat menemukan gambar yang tampaknya hanya kenangan melalui Google Maps.
Tidak hanya membandingkan masa lalu dan masa kini, pengguna juga menceritakan kisah tentang kenangan lokasi lama, menganalisis perubahan positif atau negatif: lingkungan yang dulu ramai digantikan oleh gedung pencakar langit, atau taman dirobohkan untuk membangun pusat perbelanjaan...
Beberapa orang juga mendalami gaya arsitektur dan lanskap dari berbagai periode, meningkatkan kesadaran akan pelestarian warisan perkotaan. Banyak anak muda menjadikan "memutar ulang Google Maps" sebagai bentuk perburuan harta karun, mencari peninggalan bersejarah sebelum menghilang dari kenyataan.
Saat ini, komunitas daring khususnya sedang berbagi gambar bangunan apartemen lama di Hanoi yang telah dihancurkan dan digantikan oleh bangunan apartemen baru; atau pasar tradisional seperti Pasar Ba Chieu dan Pasar Cau Muoi yang telah dipersempit dan dibersihkan; serta jalan yang diperluas di Saigon yang telah mengubah lanskap sepenuhnya.
Kali ini Google Maps "mengguncang" dunia
Menurut Tuoi Tre Online, Google Maps dan Google Earth tidak hanya membantu pengguna menemukan jalan, tetapi juga secara tidak sengaja menampilkan gambar-gambar aneh yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia, yang telah menimbulkan kehebohan di komunitas daring. Contoh tipikal adalah penemuan "danau darah" di Kota Sadr, Irak, pada tahun 2007 dengan warna merah darah yang membuat banyak orang berspekulasi tentang pembantaian atau polusi, meskipun kemudian dijelaskan oleh bakteri atau zat pewarna kimia.
Di Myanmar, netizen pernah melihat puing-puing pesawat angkut tua tergeletak di tengah hutan melalui Google Earth, yang dipastikan jatuh beberapa dekade lalu. Gurun Atacama, Chili, juga terkenal dengan sosok humanoid raksasanya yang berusia lebih dari 1.000 tahun, berukuran panjang 119 m, "Raksasa Atacama" yang tersebar di seluruh dunia berkat citra satelit.
Bahkan ada pembicaraan pada tahun 2019 tentang "bangkai kapal Titanic" di dasar Samudra Atlantik ketika citra satelit menangkap sebuah kapal dengan ukuran yang sama, tetapi para ahli mengonfirmasi bahwa itu hanyalah kapal kargo tua.
Serangkaian area misterius lainnya yang diburamkan oleh Google Maps, dari Area 51 (AS), fasilitas nuklir di Israel, hingga pangkalan rudal Rusia, semakin memicu teori konspirasi.
Kasus lain yang membuat masyarakat ngeri adalah foto Street View di Belanda, di mana seseorang tampak tergeletak di genangan darah di dermaga, tetapi sebenarnya hanya seekor anjing yang sedang bermain dan meninggalkan noda merah di lantai kayu.
Selain itu, pada tahun 2014, Google Earth membantu para arkeolog menemukan lebih dari 260 gambar batu raksasa di Kazakhstan, yang dijuluki versi Kazakh dari "Garis Nazca" yang berasal dari ribuan tahun yang lalu.
Di Australia, sebuah segitiga hitam raksasa muncul di citra satelit, yang juga memicu rumor tentang pangkalan UFO, tetapi akhirnya dipastikan hanya sekadar perkebunan pohon geometris khusus...
Penemuan aneh ini telah mengubah Google Maps menjadi alat yang tidak hanya memandu tetapi juga membangkitkan keingintahuan dan imajinasi jutaan orang di seluruh dunia.
Foto misterius yang "mengguncang" dunia dari Google Maps
Dampak sosial multidimensi
Di sisi positifnya, tren ini membantu masyarakat melihat lebih jelas laju urbanisasi, sekaligus membuka peluang untuk melestarikan memori kolektif. Generasi muda juga belajar menghargai ruang budaya dan sejarah yang terkait dengan setiap jalan dan sudut jalan.
Namun, ada pula yang berpendapat bahwa melihat kembali gambar-gambar lama dapat membangkitkan kesedihan, saat orang mengingat saat mereka harus meninggalkan tempat tersebut karena pembersihan, relokasi, atau kehilangan tempat yang dikenalnya.
Beberapa perdebatan lain muncul seputar pembongkaran bangunan tua, konflik kepentingan antara pelestarian warisan dan pembangunan modern.
Selain itu, meskipun Google memiliki peraturan untuk mengaburkan pelat nomor dan wajah, banyak orang masih memiliki kekhawatiran tentang privasi, karena gambar rumah atau kehidupan pribadi di masa lalu juga dapat digali lagi secara tidak sengaja.
Apa itu fitur Street View dan Waktu Perjalanan?
Street View adalah fitur Google Maps dan Google Earth yang memungkinkan pengguna melihat gambar 360 derajat di permukaan jalan, seolah-olah mereka berdiri langsung di lokasi tersebut. Gambar-gambar ini dikumpulkan oleh Google menggunakan kendaraan khusus yang dilengkapi kamera omnidirectional, atau disumbangkan oleh komunitas, yang membantu menciptakan kembali pemandangan jalan, bangunan, dan lokasi yang realistis di seluruh dunia.
Berkat itu, pengguna dapat mencari petunjuk arah, mengamati lanskap, menjelajahi objek wisata, peninggalan budaya, atau bahkan "berkeliaran" di gang-gang aneh, membuka pengalaman luar angkasa yang nyata langsung di layar.
Fitur Perjalanan Waktu merupakan perluasan dari Street View yang muncul pada tahun 2014, yang memungkinkan pengguna untuk kembali ke gambar lama yang disimpan Google di lokasi yang sama melalui sesi pengambilan gambar yang berbeda.
Dengan mengeklik ikon jam pada antarmuka Street View, pengguna dapat memilih tahun tertentu (misalnya 2012, 2015, 2019, dll.) untuk membandingkan perubahan lanskap dari waktu ke waktu. Ini adalah alat yang hebat untuk mengamati proses urbanisasi, meneliti sejarah lokal, membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pembangunan, atau sekadar mengabadikan kenangan melalui foto digital.
Sumber: https://tuoitre.vn/trao-luu-nhin-lai-qua-khu-va-nhung-lan-google-maps-gay-sot-mang-2025070309551342.htm
Komentar (0)