
Tiongkok mempercepat upaya untuk merangsang permintaan konsumen.
Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan pada tanggal 15 April bahwa data menunjukkan program tukar tambah barang bekas yang didukung pemerintah pada tahun 2026 telah menghasilkan hasil yang mengesankan. Hingga 12 April, program-program ini menghasilkan penjualan senilai 502,94 miliar yuan (sekitar $73,33 miliar) dan melayani hampir 69,78 juta pembeli di seluruh negeri.
Di sektor otomotif, program tukar tambah memainkan peran utama. Sejak awal tahun, jumlah mobil bekas yang ditukar tambah dengan mobil baru telah melampaui 1,67 juta unit, mendorong nilai penjualan mobil baru menjadi lebih dari 269,44 miliar RMB. Untuk barang-barang rumah tangga, masyarakat menukar tambah lebih dari 27 juta peralatan lama dengan yang baru, menghasilkan pendapatan sebesar 111,09 miliar RMB. Selain itu, program-program ini juga mencatat konsumsi 41,08 juta produk digital dan perangkat pintar, yang berkontribusi sebesar 122,41 miliar RMB terhadap total nilai penjualan seluruh industri.
Menurut Kementerian Perdagangan Tiongkok, lonjakan penjualan didorong oleh pengumuman dari pihak berwenang bahwa program subsidi untuk penukaran barang konsumsi lama dengan yang baru akan berlanjut hingga tahun 2026. Ini merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah untuk merangsang permintaan dan meningkatkan konsumsi domestik.
Sebelumnya, data dari tahun 2025 juga menunjukkan daya tarik dan efektivitas kebijakan ini. Sepanjang tahun 2025, program tukar tambah melayani 366 juta pembelian, menghasilkan total nilai penjualan sebesar 2,61 triliun RMB. Dengan momentumnya saat ini, program ini diharapkan akan terus menjadi pendorong utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil di masa mendatang.
Sumber: https://vtv.vn/trung-quoc-tang-toc-kich-cau-tieu-dung-10026041609232941.htm






Komentar (0)