Selain selada, kebun khusus yang ditanam oleh tim Shenzhou 16 (terdiri dari komandan Jing Haipeng dan dua astronaut Zhu Yangzhu dan Gui Haichao) juga memiliki selada, tomat ceri, dan banyak tanaman lainnya.
Mereka menanam sayuran menggunakan dua set peralatan khusus, dengan panen pertama dimulai pada bulan Juni, dimulai dengan selada. Area tanam kedua mulai beroperasi pada bulan Agustus, menanam tomat ceri/tomat dan daun bawang.
Sayuran yang ditanam di stasiun Tiangong - (Foto: CCTV)
Setelah keberhasilan ini, tim Shenzhou 16 kembali ke Bumi, menyerahkan pekerjaan kepada kru Shenzhou 17 yang baru saja tiba di stasiun Tiangong.
"Peralatan penanam sayuran ini merupakan bagian penting dari keseluruhan Sistem Pengendalian Lingkungan dan Pendukung Kehidupan (ECLSS), yang digunakan di luar angkasa untuk memverifikasi teknologi terkait," ujar peneliti Yang Renze dari Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronot Tiongkok kepada CCTV.
Stasiun luar angkasa Tiangong milik Tiongkok - (Foto: SPACE NEWS)
Bapak Renze juga mengatakan bahwa di masa mendatang, mereka akan berfokus pada pertanian cepat dan berskala besar. Sistem ini dapat diterapkan di bidang eksplorasi luar angkasa, termasuk misi ke Bulan dan Mars yang direncanakan Tiongkok di masa mendatang.
Mereka membantu tanaman menyerap karbon dioksida (CO2) dari udara untuk menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, lalu mendaur ulang dan memurnikan air melalui transpirasi. Tiongkok juga berupaya mengirimkan dua astronaut ke Bulan pada tahun 2030. Tiongkok juga merencanakan pembangunan stasiun penelitian bulan internasional (ILRS) untuk dekade berikutnya.
(Sumber: Surat Kabar Lao Dong)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)