Kasus-kasus dimana penyelesaian pajak penghasilan pribadi tidak diperlukan

Sesuai dengan Pasal 6, Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 126/2020/ND-CP yang merinci sejumlah pasal dalam Undang-Undang Administrasi Perpajakan, terdapat beberapa hal yang tidak mengharuskan orang pribadi untuk melakukan finalisasi pajak penghasilan pribadi, antara lain:

- Orang pribadi yang tidak mempunyai pajak tambahan yang terutang atau mempunyai pajak penghasilan pribadi tambahan yang terutang setelah pelunasan tahunan sebesar VND 50.000 atau kurang atau mempunyai pajak penghasilan pribadi yang terutang kurang dari pajak yang dibayar sementara tanpa mengajukan pengembalian pajak atau pengurang pada masa pelaporan pajak berikutnya, tidak diwajibkan untuk melunasi pajak penghasilan pribadi.

- Orang pribadi yang berpenghasilan dari gaji, upah, dan hubungan kerja 3 bulan atau lebih pada suatu unit usaha, dan sekaligus mempunyai penghasilan tidak tetap di tempat lain dengan penghasilan rata-rata per bulan paling banyak Rp10.000.000.000 dalam setahun dan telah dipotong Pajak Penghasilan Orang Pribadi dengan tarif 10%, apabila tidak ada permohonan tidak wajib memungut pajak atas penghasilan tersebut.

- Bagi orang pribadi yang pemberi kerjanya membeli asuransi jiwa (kecuali asuransi pensiun sukarela), asuransi lain yang tidak wajib dengan akumulasi premi asuransi, yang untuknya pemberi kerja atau perusahaan asuransi telah memotong pajak penghasilan pribadi dengan tarif 10% dari jumlah premi asuransi yang sesuai dengan porsi yang dibeli atau disetorkan oleh pemberi kerja kepada karyawan, karyawan tidak harus memungut pajak penghasilan pribadi atas porsi pendapatan ini.

Kasus penyelesaian pajak penghasilan pribadi langsung atau otorisasi

- Orang pribadi dalam negeri yang memperoleh penghasilan dari gaji dan upah dari dua tempat atau lebih, tetapi tidak memenuhi persyaratan keabsahan penyelesaian sesuai ketentuan perundang-undangan, wajib melaporkan dan menyetorkan PPh Orang Pribadi secara langsung kepada Kantor Pelayanan Pajak, apabila masih terdapat kelebihan pembayaran pajak atau terdapat kelebihan pembayaran pajak dan mengajukan permohonan pengembalian atau pengurangan pada masa Surat Pemberitahuan Pajak berikutnya.

Orang pribadi berwenang melunasi pajak apabila penghasilan kena pajaknya merupakan penghasilan tidak tetap dari tempat lain dengan penghasilan rata-rata per bulan paling banyak Rp10.000.000.000 dalam setahun dan telah dipotong PPh orang pribadi dengan tarif 10%, dan orang pribadi tersebut tidak mengajukan permohonan pelunasan pajak.

- Individu asing yang telah mengakhiri kontrak kerja di Vietnam harus melaporkan dan melunasi pajak kepada otoritas pajak sebelum meninggalkan negara tersebut.

Apabila seseorang belum menyelesaikan prosedur penyelesaian pajak dengan otoritas pajak, ia wajib memberikan kuasa kepada badan pembayar pajak atau badan atau orang pribadi lain untuk menyelesaikan pajak sesuai dengan ketentuan penyelesaian pajak orang pribadi. Apabila badan pembayar pajak atau badan atau orang pribadi lain menerima kuasa untuk menyelesaikan pajak, ia bertanggung jawab atas kelebihan pajak penghasilan pribadi yang terutang atau akan menerima pengembalian kelebihan pajak yang telah dibayarkan oleh orang pribadi.

- Orang pribadi penduduk yang memperoleh penghasilan dari gaji dan upah yang memenuhi syarat untuk pengurangan pajak karena bencana alam, kebakaran, kecelakaan, atau penyakit berat yang mempengaruhi kemampuannya membayar pajak tidak boleh memberi wewenang kepada organisasi atau orang pribadi pembayar penghasilan untuk melakukan penyelesaian pajak atas nama mereka, tetapi harus langsung melaporkan dan melunasi pajak kepada otoritas pajak sesuai dengan peraturan.