• Para lansia adalah bagian dari bangsa ini.
  • Perhatikan jumlah uang yang dihabiskan untuk merayakan ulang tahun para lansia.
  • Bantuan hukum gratis untuk lansia - Menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan.
  • Memperluas cakupan manfaat pensiun sosial - Sebuah kebahagiaan bagi para lansia.

Hiduplah dengan bahagia, hiduplah dengan sehat, hiduplah dengan bermakna.

Bagi para lansia, mereka tidak bekerja untuk mencari kekayaan, tetapi semata-mata untuk hidup bahagia, sehat, dan bermanfaat. Tindakan-tindakan kecil ini, meskipun tampak tidak signifikan, menciptakan citra indah tentang warga senior yang patut dicontoh, menyebarkan pengaruh positif di seluruh komunitas.

Pemandangan para pria dan wanita lanjut usia yang membungkuk di atas kebun sayur dan kolam ikan mereka sudah menjadi hal yang biasa. Beberapa memanfaatkan lahan kecil mereka untuk menanam sayuran organik untuk dijual kepada tetangga, sementara yang lain membuat saus ikan, mengawetkan sayuran, mengeringkan ikan, atau menenun barang-barang rumah tangga.

Bagi para lansia , bahkan penghasilan kecil pun memiliki makna spiritual yang besar, mewakili perasaan bahwa mereka masih berguna dan berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat. Ketika mereka tidak sepenuhnya bergantung pada anak dan cucu mereka, para lansia merasa lebih percaya diri dan proaktif dalam hidup.

Selama bertahun-tahun, gerakan olahraga massal telah mendapat respons positif dari masyarakat, termasuk partisipasi para lansia di daerah tersebut.

Di sebuah kios di pasar Thoi Binh (komune Thoi Binh), selama hampir 20 tahun, para pembeli sudah sangat familiar dengan pemandangan Ibu Vo Thi Thanh Nha, yang berusia lebih dari 70 tahun, berjualan nasi kelapa. Profesi ini juga membantunya membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Ibu Nha berbagi: "Selama saya masih punya kekuatan, saya akan terus bekerja, karena tinggal di rumah terlalu membosankan. Pekerjaan saya berat dan melelahkan, tetapi sebagai imbalannya, saya menemukan kegembiraan di dalamnya. Saya mendapatkan penghasilan tambahan, bisa bekerja, dan merasa berguna."

Bahkan di usia senjanya, Ibu Vo Thi Thanh Nha terus dengan tekun menjual nasi kelapa.

Di Jalan Ly Thai Ton (Kelurahan An Xuyen), terdapat para pengrajin yang telah "menemukan kembali ritme waktu" selama beberapa dekade. Di antara mereka terdapat banyak tukang reparasi jam tangan lanjut usia. Bapak Phan Huu Nghia (Kelurahan An Xuyen) adalah salah satunya. Kotak pajangan usangnya, kaca pembesar kecilnya, dan aksesori yang digunakannya untuk memperbaiki jam tangan adalah teman setianya. “Seiring bertambahnya usia, saya harus mengetahui batasan saya, tidak mengejar keuntungan, dan tidak terlalu memforsir diri. Saya bekerja beberapa jam setiap hari, cukup untuk menjaga tubuh tetap aktif, pikiran tetap fokus, dan jiwa tetap tenang. Saya bekerja lebih sedikit tetapi konsisten, dan yang terpenting adalah menemukan kebahagiaan,” itulah filosofi hidup Bapak Nghia yang sederhana namun mendalam.