Menurut survei dan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingkat obat palsu di Vietnam rendah dibandingkan dengan rata-rata negara lain. Pada tahun 2017, WHO memperkirakan bahwa 1 dari 10 obat di negara berpenghasilan rendah dan menengah berkualitas buruk atau palsu.
Untuk lebih memperkuat upaya menjamin mutu obat yang beredar di negara ini, Undang-Undang Farmasi (berlaku mulai tahun 2025) telah mendorong desentralisasi dan pendelegasian wewenang kepada daerah dalam mengawasi mutu obat.
Sehubungan dengan itu, Dinas Kesehatan akan melakukan penarikan obat apabila terdapat penarikan wajib obat yang tidak memenuhi baku mutu level 2 atau 3 yang terdeteksi di wilayah tersebut, agar dapat segera dilakukan penanganan dan penarikan obat yang melanggar baku mutu di wilayah pengelolaan, sehingga terjamin keamanan dan efektivitas penggunaan obat.
[iklan_2]
Source: https://thanhnien.vn/ty-le-thuoc-kem-chat-luong-lien-tuc-giam-trong-cac-mau-giam-sat-185241229191628555.htm
Komentar (0)