Komisi Sekuritas Negara (SSC) telah meminta Perusahaan Sekuritas VPS untuk menghentikan distribusi atau pembagian aset properti dengan modal VND10.000 atau lebih untuk dijual kepada investor. Informasi ini diumumkan oleh Wakil Ketua SSC Bui Hoang Hai pada konferensi pers rutin Kementerian Keuangan pada sore hari tanggal 18 Juni.
Komisi Sekuritas Negara meminta penghentian model investasi properti dengan pembagian modal 10.000 VND (Foto ilustrasi)
Mengenai bentuk investasi real estat dengan nilai terbagi, Bapak Bui Hoang Hai mengatakan bahwa saat ini belum ada peraturan khusus dalam Undang-Undang Sekuritas mengenai metode investasi real estat ini. Namun, Komisi Sekuritas Negara telah memperoleh informasi terkait dan menilai bahwa jenis investasi ini memiliki banyak risiko.
Saat ini, bentuk subdivisi real estat dilakukan oleh Perusahaan Sekuritas VPS yang bekerja sama dengan Perusahaan Saham Gabungan Fnest. Dengan demikian, nilai real estat dibagi menjadi saham investasi, yang disebut "Fnest". Dalam setiap penjualan, satu Fnest memiliki nilai nominal utama sebesar 10.000 VND.
Dengan formulir ini, aset real estat senilai 10 miliar VND akan dibagi menjadi 1 juta Fnest, investor dapat membeli dalam bagian-bagian kecil, sehingga mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai aset real estat serta kegiatan eksploitasi dan pengelolaan.
Menurut Bapak Bui Hoang Hai, setelah menerima informasi tersebut, Komisi Sekuritas Negara mengadakan pertemuan dengan VPS dan meminta agar unit ini menghentikan semua kegiatan pembagian saham atau pembagian real estat untuk dijual kepada investor.
Menanggapi klarifikasi ini, Wakil Menteri Keuangan Nguyen Duc Chi menekankan bahwa penyediaan jasa oleh perusahaan sekuritas harus berada dalam bidang usaha dan industri yang berizin. Menurut Bapak Chi, kegiatan di luar lingkup tersebut harus dihentikan agar manajemen dapat melakukan penilaian yang komprehensif.
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/uy-ban-chung-khoan-len-tieng-ve-mo-hinh-dau-tu-bat-dong-san-chia-nho-voi-von-tu-10000-dong-196240618205428212.htm
Komentar (0)