Pada tanggal 19 Agustus, Presiden Indonesia Joko Widodo merombak kabinetnya dengan waktu tersisa hanya sebulan sebelum masa jabatannya berakhir.
Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) berbincang dengan penggantinya, Prabowo Subianto, dalam upacara pengibaran bendera untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79 di ibu kota Nusantara pada 17 Agustus. (Sumber: AFP) |
Menurut Jakarta Post, pada pagi hari tanggal 19 Agustus, di Istana Negara Medeka di Jakarta, Presiden Joko Widodo mengumumkan keputusan resmi untuk menunjuk 7 posisi dalam kabinet.
Dengan demikian, mantan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia akan memimpin Kementerian Energi, sementara mantan Duta Besar Indonesia untuk AS Rosan Roeslani akan memimpin Kementerian Investasi.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang baru adalah Bapak Supratman Andi Atgas. Bapak Angga Raka Prabowo telah ditunjuk sebagai Wakil Menteri Informasi dan Komunikasi.
Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menunjuk Dadan Hindayana, seorang profesor pertanian dan anggota tim kampanye Bapak Prabowo, sebagai kepala Badan Gizi Nasional yang baru dibentuk.
Juru bicara presiden terpilih Prabowo, Hasan Nasbi, telah dipilih sebagai kepala Badan Komunikasi Presiden Indonesia.
Koordinator Staf Khusus Bapak Widodo mengatakan bahwa pembentukan kabinet baru diperlukan untuk mempersiapkan dan mendukung transisi yang lancar dan efektif. Bapak Joko Widodo akan menyerahkan kepemimpinan kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto Oktober mendatang.
Sebelumnya, dalam pidato penutupnya mengenai situasi negara, Presiden Joko Widodo sangat mengapresiasi capaian pemerintahan yang dipimpinnya, baik di bidang perekonomian , pembangunan, maupun pembangunan infrastruktur.
Presiden Joko Widodo telah menjabat maksimal dua periode kekuasaan setelah mengalahkan Prabowo dua kali dalam pemilu tahun 2014 dan 2019. Ia mengakhiri masa jabatannya dengan tingkat persetujuan yang tinggi berkat pertumbuhan yang stabil pascapandemi Covid-19.
Sementara itu, Presiden terpilih dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah bergabung dengan putra sulung Joko Widodo untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden.
Dengan dukungan Presiden Joko Widodo dan sekutunya serta komitmen terhadap kebijakan ekonomi yang disetujui secara luas, angka jajak pendapat Prabowo Subianto telah melonjak.
[iklan_2]
Source: https://baoquocte.vn/vai-tuan-truoc-khi-chuyen-giao-quyen-luc-tong-thong-indonesia-joko-widodo-cai-to-noi-cac-trai-duong-cho-nguoi-ke-nhiem-283162.html
Komentar (0)