Sebuah satelit yang diproduksi oleh Boeing dan dimiliki oleh penyedia telekomunikasi multinasional Intelsat secara misterius meledak berkeping-keping di orbit geostasioner selama akhir pekan.
Satelit Intelsat di orbit Bumi
Intelsat mengonfirmasi hilangnya seluruh satelit IS-33e miliknya, yang berdampak pada pelanggan di Eropa, Afrika, dan sebagian Asia -Pasifik .
Intelsat juga mengatakan pihaknya sedang mengambil langkah-langkah untuk menganalisis sepenuhnya insiden yang terjadi pada satelit tersebut, yang diluncurkan pada tahun 2016 dan seharusnya memiliki masa operasional 15 tahun.
Insiden itu terjadi pada tanggal 19 Oktober, dalam konteks Boeing menghadapi krisis di banyak bidang, dari pemogokan dalam produksi pesawat komersial hingga masalah dengan pesawat ruang angkasa Starliner.
"Kami bekerja sama dengan produsen satelit Boeing dan lembaga pemerintah untuk menganalisis data dan observasi," demikian laporan BBC pada 23 Oktober, mengutip informasi dari Intelsat.
Boeing belum mengomentari ledakan satelit tersebut.
Situs web pelacakan antariksa Departemen Pertahanan AS, SpaceTrack, juga mengonfirmasi insiden yang terjadi di orbit geostasioner selama akhir pekan. Angkatan Luar Angkasa AS sedang melacak sekitar 20 puing satelit IS-33e.
Sementara itu, perusahaan AS ExoAnalytic Solutions mengatakan pihaknya menemukan 57 keping puing, menurut SpaceNews .
Penyebab ledakan IS-33e masih diselidiki. Namun, Intesat mencatat bahwa satelit tersebut menggunakan lebih banyak bahan bakar daripada yang diperkirakan untuk mempertahankan orbitnya.
Dalam perkembangan lain, dua astronaut Amerika terjebak di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sejak Juni setelah pesawat ruang angkasa Starliner buatan Boeing mengalami beberapa kebocoran dan harus meninggalkan stasiun tanpa penumpang.
Kedua astronaut itu harus menunggu hingga tahun depan untuk kembali ke Bumi dengan pesawat ruang angkasa SpaceX.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/ve-tinh-co-lon-cua-boeing-dot-ngot-no-tung-tren-quy-dao-185241023144720882.htm
Komentar (0)