(NLDO) - Wakil Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam Ho Minh Tan menegaskan bahwa pekerjaan memastikan keselamatan penerbangan dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh otoritas.
Pada tanggal 30 Desember, berbicara dengan Surat Kabar Nguoi Lao Dong , Tn. Ho Minh Tan, Wakil Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam, menegaskan bahwa selama setahun terakhir, pekerjaan keselamatan penerbangan telah dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh otoritas penerbangan.
Pada tahun 2024, upaya keselamatan penerbangan terlaksana dengan baik. Tahun lalu, tidak ada kecelakaan penerbangan di bandara-bandara Vietnam, dan insiden penerbangan yang mengancam keselamatan pada level B (insiden serius), level C (insiden yang sangat mengancam keselamatan), level D (insiden yang mengancam keselamatan), dan level E (insiden) semuanya menurun.
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) melakukan inspeksi pada Mei 2024 dan menilai kapasitas keselamatan penerbangan Vietnam lebih tinggi daripada rata-rata kawasan Asia -Pasifik dan rata-rata dunia. Khususnya, indeks jaminan keselamatan sektor pemanfaatan bandara Vietnam 23,12% lebih tinggi daripada rata-rata negara-negara di kawasan Asia-Pasifik dan 23,85% lebih tinggi daripada rata-rata negara-negara di dunia.
Penerbangan akan segera memasuki puncak musim Tet dengan peningkatan frekuensi operasi, terutama di Bandara Tan Son Nhat (HCMC). Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam telah menyesuaikan jumlah lepas landas dan pendaratan di Bandara Internasional Tan Son Nhat menjadi 48 penerbangan/jam pada siang hari dan 46 penerbangan/jam pada malam hari. Jumlah penerbangan diperkirakan akan meningkat tajam selama puncak musim Tet mulai 15 Desember dengan 800 penerbangan/hari, sementara jumlah penumpang akan turun menjadi 130.000 orang/hari. Ini merupakan parameter yang tinggi, rata-rata akan ada satu penerbangan setiap menit.
Wakil Direktur Ho Minh Tan mengatakan bahwa pada akhir setiap tahun, Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam memperkuat kontrol keselamatan dan keamanan penerbangan untuk memastikan layanan selama puncak Tet.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara telah memutuskan untuk menerapkan langkah-langkah peningkatan keamanan penerbangan tingkat 1 di bandar udara dan fasilitas pelayanan lalu lintas udara di seluruh Indonesia pada Tahun Baru Imlek 2025. Dengan demikian, waktu penerapan langkah-langkah peningkatan keamanan penerbangan tingkat 1 adalah mulai tanggal 26 Januari 2025 sampai dengan tanggal 2 Februari 2025 (yaitu tanggal 25 Desember sampai dengan tanggal 5 Tahun Baru Imlek 2025).
Dari 28 Januari 2025 hingga 29 Januari 2025 (yaitu dari 29 Desember hingga hari pertama Tahun Baru Imlek), langkah-langkah penguatan keamanan penerbangan akan diterapkan seperti pada level 1, tetapi unit-unit dengan pasukan kendali keamanan penerbangan tidak perlu menambah staf jaga sebesar 20%. Selain itu, Otoritas Penerbangan Sipil juga mewajibkan unit-unit untuk secara khusus menerapkan sejumlah langkah penguatan keamanan penerbangan dari 19 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.
Pada saat yang sama, Otoritas Penerbangan Sipil juga membentuk tim inspeksi untuk memastikan keselamatan operasi pesawat di bandara selama musim puncak Tahun Baru dan Tahun Baru Imlek 2025 bagi maskapai penerbangan dan organisasi pemeliharaan yang beroperasi di bandara Vietnam.
Delegasi akan berfokus pada inspeksi jaminan keselamatan di bandara-bandara dengan frekuensi operasi tinggi, di area-area utama, termasuk: Noi Bai, Tan Son Nhat, Da Nang , Cam Ranh, Phu Quoc; khususnya di Bandara Tan Son Nhat. Bandara-bandara lokal akan melakukan inspeksi dengan frekuensi tertentu.
Terkait Boeing 737-800 Jeju Air yang tergelincir dari landasan pacu dan jatuh di Bandara Internasional Muan (Korea Selatan), Wakil Direktur Ho Minh Tan mengatakan bahwa Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam terus memantau data dari Boeing dan otoritas penerbangan AS serta Korea Selatan. Boeing 737-800 dianggap sebagai pesawat yang aman oleh para ahli penerbangan, tetapi model ini telah terlibat dalam sejumlah insiden di landasan pacu, yang terbaru adalah insiden hidrolik yang melibatkan Boeing 737-800 KLM dengan nomor penerbangan KL-1204 dari Bandara Oslo (Norwegia) ke Amsterdam (Belanda) pada 28 Desember.
Terkait pengelolaan burung dan satwa liar di bandara-bandara Vietnam, upaya ini telah berjalan dengan baik dalam setahun terakhir. Pada tahun 2024, masih terdapat beberapa insiden tabrakan pesawat dan burung yang menyebabkan kerusakan pada beberapa struktur mesin, menyebabkan beberapa komponen penyok dan harus diganti, tetapi tidak menimbulkan dampak yang serius.
Namun, dari perspektif keselamatan penerbangan, Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam menilai perlunya solusi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan burung dan satwa liar di area bandara. "Pengelolaan burung dan satwa liar di bandara selalu menjadi bagian dari program utama manajemen keselamatan penerbangan," tegas Bapak Ho Minh Tan.
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/viet-nam-siet-chat-an-toan-bay-19624123017244819.htm
Komentar (0)