Ketika Bapak Hung menyampaikan kekhawatirannya saat minum teh pagi bersama beberapa teman pensiunan, semua orang mengungkapkan rasa frustrasi yang sama. Kemudian Bapak Khang angkat bicara:

Saya tidak dapat menerima cara berpikir sebagian orang ketika mereka menyarankan agar kurikulum Sastra di sekolah menengah direvisi dengan menghapus karya-karya sastra perlawanan dan menambahkan lebih banyak sastra modern yang baru. Mereka bahkan membagikan dan mempromosikan hal ini secara daring. Saya bertanya-tanya apakah orang-orang ini memahami bahwa sastra adalah aliran yang berkelanjutan dari sejarah hingga masa kini. Meskipun perlu untuk terus memasukkan karya-karya baru yang berharga ke dalam kurikulum sekolah menengah, tanpa masa lalu, sejarah, dan tradisi yang gemilang, bagaimana kita bisa memiliki sastra seperti yang kita miliki saat ini?

Pak Thanh melanjutkan:

- Sebenarnya, saya pikir orang-orang ini memiliki niat jahat, Tuan-tuan. Ini bukan hanya ditujukan pada sastra; mereka memiliki konspirasi yang lebih dalam untuk menyangkal sebagian sejarah, sehingga generasi muda secara bertahap akan melupakan tahun-tahun heroik perlawanan bangsa, dan pengorbanan yang dilakukan oleh leluhur kita.

Gambar ilustrasi: Para siswa memasuki ruang ujian kelulusan SMA tahun 2023.

"Pak Thanh benar! Kekhawatiran terbesar saya adalah informasi ini telah dibagikan oleh beberapa anak muda. Dengan pemikiran mereka yang belum matang dan pendirian yang tidak stabil, anak-anak muda ini sangat mudah dieksploitasi oleh mereka yang memiliki niat politik jahat, dimanipulasi untuk mencapai tujuan sabotase mereka, menjauhkan mereka dari nilai-nilai budaya nasional, mengejar budaya impor dan gaya hidup pragmatis, membelakangi sejarah, melupakan kontribusi leluhur mereka, dan hidup tanpa rasa syukur," lanjut Pak Hung, mengungkapkan kekhawatirannya.

Tuan Khang sangat antusias:

- Sekarang sudah jelas, mereka yang berniat jahat menggunakan fakta bahwa ujian tersebut sepenuhnya normal untuk memutarbalikkan kebenaran dan secara terbuka menentangnya; ini bukan lagi masalah sepele. Jadi, apa yang harus kita lakukan, Tuan-tuan? Tentu saja, kita generasi yang lebih tua tidak bisa membiarkan orang-orang jahat ini memanipulasi anak-anak dan cucu-cucu kita?

Ketiga teman pensiunan itu langsung sepakat bahwa masing-masing akan menulis beberapa postingan propaganda di Facebook dan blog pribadi mereka untuk membantu orang memahami retorika elemen-elemen yang tidak puas dan subversif. Sementara itu, Bapak Khang, mantan guru sastra dan kontributor beberapa surat kabar, akan menulis artikel untuk melawan retorika subversif dari kekuatan-kekuatan yang bermusuhan.

DANG KHUONG