Ketika anak muda menemukan kesenangan di akhir pekan
Di sebuah bengkel di lingkungan Vinh Yen, banyak anak muda asyik melukis patung, merangkai manik-manik untuk gelang, atau dengan teliti menghias cermin kecil. Ruang bengkel menjadi ramai dengan percakapan, tawa, dan kegembiraan saat setiap orang menyelesaikan produk mereka sendiri. Setiap barang memiliki warna uniknya sendiri, mencerminkan kepribadian dan kreativitas pembuatnya.

Lokakarya kerajinan tangan semakin populer sebagai tempat nongkrong akhir pekan bagi kaum muda.
Mencari lokakarya sebagai cara untuk bersantai setelah jam sekolah yang penuh tekanan, Dinh Thi Thu Phuong, seorang siswa di Sekolah Menengah Lien Bao, berbagi: “Daripada bermain ponsel, saya sering pergi ke lokakarya bersama teman-teman saya di akhir pekan untuk melukis atau membuat gelang. Saat fokus pada detail kecil, saya merasa lebih rileks dan mengurangi tekanan belajar. Meskipun hasilnya tidak sempurna, saya sangat senang karena itu adalah barang-barang yang saya buat sendiri.”

Thu Phuong (di sebelah kiri) dan teman-temannya memilih lokakarya sebagai kegiatan relaksasi setelah belajar.
Nguyen Thi Thanh Huyen, seorang siswa dari SMA Nguyen Viet Xuan, juga memilih lokakarya sebagai kegiatan akhir pekan dan berbagi: “Saya mengikuti lokakarya karena ingin mengurangi waktu penggunaan ponsel saya. Saya merasa sangat menarik untuk membuat barang-barang dengan sentuhan unik saya sendiri. Kegiatan ini juga membantu saya mengembangkan kesabaran dan konsentrasi.”
Tidak hanya menarik minat kaum muda, lokakarya ini juga menjadi tujuan populer bagi banyak orang tua untuk membawa anak-anak mereka untuk merasakan pengalaman di akhir pekan. Diajak ke sesi melukis patung oleh kakeknya, Nguyen Mai Vy kecil sangat gembira karena dapat mencampur warna, melukis, dan menyelesaikan karya seninya untuk pertama kalinya sesuai dengan keinginannya sendiri. "Saya merasa sangat bahagia karena saya dapat mewarnai dan bermain dengan bebas bersama teman-teman saya."

Nguyen Mai Vy kecil menikmati pengalaman melukis patung-patung plester bersama kakeknya di lokakarya kerajinan tangan akhir pekan di lingkungan Vinh Yen.
Tidak hanya membawa kegembiraan bagi anak-anak kecil, tetapi model lokakarya berbasis pengalaman ini juga dievaluasi secara positif oleh banyak orang tua dalam konteks kekurangan taman bermain untuk anak-anak saat ini. Bapak Nguyen Van Luong, dari kelurahan Vinh Phuc, mengatakan: "Saat ini, taman bermain dan ruang aktivitas untuk anak-anak cukup kurang, terutama selama liburan musim panas. Banyak anak, ketika tidak bersekolah, sering tinggal di rumah menonton ponsel, TV, atau menghabiskan waktu bersama kakek-nenek dan orang tua mereka. Oleh karena itu, model pengalaman praktis seperti lokakarya melukis patung tidak hanya menyediakan lebih banyak tempat bermain bagi anak-anak tetapi juga menciptakan peluang untuk melatih konsentrasi, kesabaran, dan kreativitas mereka. Saya merasa bahwa ruang di sini sangat bermakna; anak-anak mempelajari dasar-dasar melukis dan dapat menciptakan produk favorit mereka sendiri. Ini adalah model yang bagus, membantu anak-anak untuk bersenang-senang, belajar, dan mengurangi ketergantungan mereka pada perangkat elektronik."
Ini bukan sekadar aktivitas santai.
Lokakarya kerajinan tangan tidak hanya menarik bagi kaum muda karena keunikannya, tetapi juga semakin beragam dalam hal kegiatan pengalaman seperti membuat gelang, lilin aromaterapi, melukis patung, atau mendekorasi cermin. Dengan biaya sekitar 35.000 hingga 100.000 VND, peserta dapat memilih bahan dan warna sendiri serta membuat barang-barang yang dipersonalisasi. Bahkan tanpa keterampilan kerajinan yang luar biasa, kegiatan kerajinan tangan menawarkan pengalaman yang menenangkan, membantu banyak kaum muda menghilangkan stres setelah sekolah dan bekerja.

Berbagai macam bahan tersedia bagi peserta untuk dipilih untuk produk mereka.
Menurut Bapak Dang Van Tung, penyelenggara lokakarya dari Kelurahan Vinh Phuc, lokakarya awalnya diadakan dalam skala kecil di dalam toko, sehingga jumlah peserta terbatas. Namun, ketika diperluas ke ruang terbuka, jumlah peserta meningkat secara signifikan, terutama pada akhir pekan. Pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah peserta seringkali berlipat ganda atau tiga kali lipat dibandingkan hari kerja. Mayoritas peserta adalah anak muda, pelajar, dan mahasiswa. Banyak yang mengikuti lokakarya tidak hanya untuk hiburan tetapi juga untuk memiliki ruang untuk bertemu teman dan mencoba kegiatan praktik langsung. Yang paling disukai anak muda adalah kebebasan untuk berkreasi dengan gaya mereka sendiri. Setiap produk memiliki warna dan dekorasi yang berbeda, sehingga setiap orang merasa itu adalah barang pribadi. Setelah menyelesaikan kreasi mereka, banyak anak muda bahkan berfoto dengan kreasi mereka sendiri untuk mengabadikan kenangan dan membagikannya di media sosial.
Meningkatnya jumlah lokakarya kerajinan mencerminkan meningkatnya permintaan akan pengalaman langsung di kalangan anak muda. Lebih dari sekadar kegiatan akhir pekan, lokakarya kerajinan tangan telah menjadi ruang bagi banyak anak muda untuk bertemu teman, menemukan kegembiraan kreatif, dan menikmati perasaan membuat barang-barang unik mereka sendiri.
Nguyen Toan - Thuy Linh
Sumber: https://baophutho.vn/workshop-thu-cong-diem-hen-cuoi-tuan-254664.htm







Komentar (0)