Pada malam tanggal 1 Oktober, sebuah video yang direkam di ruang kelas muncul di media sosial dengan judul: "Guru itu kembali berperilaku tidak seperti guru."
Dalam klip yang berdurasi lebih dari 20 detik itu, guru tersebut berdiri di podium, menunjuk jari ke wajah seorang siswa, memegang dagunya, dan memarahinya dengan kasar, menggunakan bahasa yang tidak sopan, dan diakhiri dengan kalimat: "Apakah kau mengerti, dasar anjing? Pulanglah."
Guru tersebut menggunakan bahasa yang informal dan tidak sopan, bahkan menyebut siswa sebagai "anjing."
Klip yang diunggah tersebut diyakini telah difilmkan di SMA Phan Huy Chu di Thach That ( Hanoi ), salah satu SMA swasta di Hanoi.
Dalam kolom komentar di bawah video tersebut, beberapa siswa mengaku pernah bersekolah di sana dan "beruntung tidak pernah harus belajar dengan guru ini sebelumnya," atau "guru ini sudah lama terlibat dalam dunia drama"...
Pagi ini, 2 Oktober, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Pelatihan Hanoi menyatakan bahwa mereka telah menyelidiki dan mengkonfirmasi insiden yang terjadi di SMA Phan Huy Chu di Thach That. Segera setelah video tersebut muncul di media sosial pada malam tanggal 1 Oktober, Dinas Pendidikan dan Pelatihan Hanoi menginstruksikan sekolah untuk segera bekerja sama dengan polisi untuk memverifikasi insiden tersebut.
Informasi awal yang dilaporkan oleh sekolah kepada Departemen Pendidikan dan Pelatihan menunjukkan bahwa insiden tersebut terjadi selama kelas Bahasa Inggris kelas 10. Guru T. (guru dalam video) berpengalaman tetapi cukup mudah marah, meskipun telah diperingatkan beberapa kali oleh kepala sekolah.
Klip tersebut muncul ketika kemarahan publik belum mereda terkait sebuah video yang menunjukkan seorang guru mencengkeram kerah baju seorang siswi dan menyeretnya dari lorong ke dalam kelas di SMA Da Phuc (Distrik Soc Son, Hanoi).
Bapak Tran The Cuong, Direktur Dinas Pendidikan dan Pelatihan Hanoi, menegaskan bahwa dinas telah mengeluarkan arahan terkait insiden-insiden ini. Prinsip utama dinas adalah menangani pelanggaran secara tegas dan ketat, sama sekali tidak menutupi perilaku tidak profesional atau tidak etis yang dilakukan oleh guru.
Tautan sumber








Komentar (0)