![]() |
1. Bruno Fernandes (Manchester United) : Fernandes bisa dibilang pemain terbaik di Premier League 2025/26, dan hampir tidak ada perdebatan tentang itu. Meskipun sering bermain lebih dalam di bawah asuhan Ruben Amorim, kapten MU ini memecahkan rekor assist dalam satu musim dengan 21 assist. Tidak hanya itu, Bruno juga mencetak 9 gol dan menciptakan 136 peluang. Dia adalah kekuatan pendorong di balik kembalinya MU ke posisi 3 besar. |
![]() |
2. Declan Rice (Arsenal): Rice menjalani musim yang menentukan kariernya dan merupakan kandidat kuat untuk Ballon d'Or. Gelandang Inggris ini mendominasi lini tengah dengan kemampuan tekel, umpan, dan dukungan serangannya yang serba bisa. Rice menciptakan 63 peluang, termasuk yang terbaik di liga, dan menjadi pemimpin dalam kampanye Arsenal yang memenangkan kejuaraan. |
![]() |
3. Gabriel Magalhaes (Arsenal): Gabriel telah menjadi simbol pertahanan Arsenal yang tak tertembus musim ini. Bek tengah asal Brasil ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap 17 clean sheet tim London tersebut, dan juga membuat perbedaan dalam situasi bola mati dengan 3 gol penting. Konsistensi Gabriel telah membantu Arsenal mempertahankan kekuatan mereka sepanjang musim. |
![]() |
4. Erling Haaland (Manchester City): Haaland tetap menjadi mesin pencetak gol paling menakutkan di liga. Meskipun mengalami penurunan performa di pertengahan musim, striker Norwegia ini menyelesaikan musim dengan 27 gol dan 8 assist, memenangkan Sepatu Emas untuk ketiga kalinya dalam empat musim terakhir. |
![]() |
5. David Raya (Arsenal): Raya terus menunjukkan kelasnya dengan memenangkan Sarung Tangan Emas Liga Premier untuk musim ketiga berturut-turut. Kiper asal Spanyol ini mencatatkan 19 clean sheet, memainkan peran penting dalam perjalanan Arsenal meraih gelar juara. Banyak penyelamatan penting Raya secara langsung memberikan poin bagi "The Gunners". |
![]() |
6. Igor Thiago (Brentford): Brentford diprediksi akan terdegradasi setelah kepergian Bryan Mbeumo dan Yoane Wissa, tetapi Thiago mengubah segalanya. Striker asal Brasil ini mencetak 22 gol, hanya kalah dari Haaland dalam perebutan Sepatu Emas, membantu Brentford finis di paruh atas klasemen dan hampir mengamankan tempat di kompetisi Eropa. |
![]() |
7. Rayan Cherki (Manchester City): Cherki membawa bakat langka ke Liga Premier. Pemain asal Prancis ini mencetak 4 gol dan memberikan 12 assist di musim pertamanya di Inggris. Terlepas dari keraguan awal tentang sikapnya, Cherki membuktikan bahwa ia sepenuhnya mampu bersinar di level tertinggi dan diharapkan menjadi figur sentral bagi Man City di era pasca-Pep Guardiola. |
![]() |
8. Antoine Semenyo (Bournemouth/Manchester City): Semenyo memulai musim dengan gemilang bersama Bournemouth sebelum bergabung dengan Man City pada bulan Januari. Meskipun pindah ke lingkungan yang lebih menuntut, striker asal Ghana ini mempertahankan performa konsisten dengan 17 gol, menempati peringkat ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak. Ia juga mencetak gol indah yang membantu Man City memenangkan Piala FA. |
![]() |
9. Nico O'Reilly (Manchester City): Dari seorang talenta muda yang tidak dikenal di akademi Man City, Nico O'Reilly tiba-tiba melejit menjadi Pemain Muda Terbaik Musim Ini. Bek serbaguna ini mencetak 5 gol, memberikan 3 assist, dan dengan cepat menjadi pemain kunci dalam sistem Guardiola. Kemampuan menyerang dan bertahannya yang serba bisa telah membuat O'Reilly dipandang sebagai masa depan tim nasional Inggris. |
![]() |
10. Morgan Gibbs-White (Nottingham Forest): Gibbs-White adalah jantung dan jiwa dari perjuangan Forest yang sukses melawan degradasi. Gelandang Inggris ini tampil gemilang di tahap akhir musim, mencetak 9 gol dalam 10 pertandingan, dan menyelesaikan musim dengan 15 gol. Forest mempertahankan Gibbs-White meskipun ada minat dari Tottenham, dan keputusan itu terbukti menjadi titik balik dalam menyelamatkan klub dari degradasi. |
Sumber: https://znews.vn/10-cau-thu-hay-nhat-premier-league-202526-post1654169.html


















Komentar (0)