Musim panas ini, Eze bergabung dengan Arsenal dari Crystal Palace dengan harga $80 juta. Namun, hanya sedikit orang yang tahu bahwa pemain baru The Gunners ini telah melewati masa-masa sulit dalam karier sepak bolanya.
Upaya tanpa henti telah membantu Eze kembali ke Arsenal - Foto: REUTERS
Luka Masa Kecil
Eze bergabung dengan akademi Arsenal pada usia 8 tahun. Namun, pada usia 13 tahun, Eze mengalami kejutan besar: ia dikeluarkan dari akademi. Rasa sakitnya begitu hebat hingga ia menangis selama seminggu penuh.
Eze bergabung dengan akademi Arsenal pada usia 8 tahun - Foto: Tangkapan Layar
Luka psikologisnya begitu dalam sehingga beberapa bulan kemudian, ketika ia bermain untuk Fulham dan menghadapi Arsenal lagi, berjabat tangan dengan manajer akademi saja sudah cukup membuat Eze menangis tersedu-sedu. Namun, sejak saat ia tampak runtuh itulah ia menemukan motivasi untuk bangkit.
Mengatasi badai
Perjalanan setelah itu bahkan lebih sulit. Eze ditolak oleh Fulham, Reading, dan Millwall sebelum usia 18 tahun.
Setiap pintu yang tertutup adalah tikaman bagi mimpinya, tetapi Eze tidak menyerah. Ia terus menekuni sepak bola, mengasah kemampuannya, dan menemukan peluangnya di QPR. Di sana, bakat dan kegigihannya membuahkan hasil: tiket ke Liga Primer.
Dari seorang anak yang dulu dianggap "tidak cukup baik", Eze perlahan menjelma menjadi bintang yang bersinar. Ia dipanggil ke timnas Inggris dan memenangkan Piala FA bergengsi bersama Crystal Palace.
Kembali ke tempat kita memulai
Kini berusia 27 tahun, Eze telah mencapai titik balik. Ia kembali ke Arsenal bukan sebagai seorang pecundang, melainkan sebagai bintang yang telah terbukti.
Ini bukan sekadar transfer, tetapi juga bukti kekuatan kemauan dan tekad.
Eze disambut hangat di Stadion Emirates - Foto: REUTERS
Kisah Eze adalah pengingat yang kuat bahwa kegagalan masa lalu tidak menentukan masa depan. Ia mengubah air mata masa kecilnya menjadi motivasi besar untuk mencapai puncak.
Setelah menempuh perjalanan selama 14 tahun yang penuh dengan kesulitan namun penuh dengan keimanan, pada hari kepulangannya, ia dapat menegakkan kepalanya tepat di tempat yang pernah memunggunginya.
Sumber: https://tuoitre.vn/14-nam-va-giac-mo-tro-ve-arsenal-cua-eberechi-eze-20250826151521286.htm
Komentar (0)