Bawang putih adalah makanan super yang baik untuk hati.
Bawang putih merupakan "makanan super" untuk hati berkat kandungan alisin dan seleniumnya. Senyawa ini membantu mengaktifkan enzim detoksifikasi di hati, yang membuang racun dari tubuh. Bawang putih juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat.
Untuk mendapatkan manfaat allicin secara maksimal, haluskan atau cincang bawang putih dan diamkan selama 5-10 menit sebelum dimasak atau dimakan mentah. Anda bisa menambahkan bawang putih segar ke dalam tumisan, saus, salad, atau cukup makan satu siung bawang putih mentah setiap hari (jika perut Anda memungkinkan).
Jeruk bali kaya akan vitamin C, baik untuk hati.
Jeruk bali kaya akan vitamin C dan antioksidan. Vitamin C membantu produksi enzim detoksifikasi hati, sementara naringenin dan naringin (dua flavonoid yang terkandung dalam jeruk bali) membantu melindungi hati dari kerusakan dan meningkatkan detoksifikasi.

Konsumsilah jeruk bali segar setiap hari atau buatlah jus jeruk bali murni (tanpa tambahan gula) untuk mendapatkan manfaat maksimal. Perlu diketahui bahwa jeruk bali dapat berinteraksi dengan beberapa obat, terutama statin, jadi konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat tersebut.
Sayuran silangan (Brokoli, Kangkung, Kubis)
Sayuran cruciferous seperti brokoli, kale, dan kubis kaya akan glukosinolat. Senyawa ini membantu hati memproduksi enzim detoksifikasi penting yang membantu membuang racun dan karsinogen dari tubuh. Tambahkan sayuran cruciferous ke setiap hidangan Anda dengan: membuat salad, smoothie hijau, menumis, mengukus, atau memasak sup. Pastikan untuk mencuci sayuran hingga bersih sebelum dimasak.
Teh hijau
Teh hijau dikenal kaya akan katekin, antioksidan yang ampuh. Katekin telah terbukti melindungi hati dari kerusakan, mengurangi penumpukan lemak di hati, dan meningkatkan fungsi hati. Minumlah 2-3 cangkir teh hijau murni tanpa pemanis setiap hari untuk memastikan manfaat kesehatannya. Hindari minum terlalu banyak di malam hari agar tidak mengganggu tidur.
Alpukat
Alpukat bukan hanya buah yang lezat, tetapi juga sumber nutrisi yang baik untuk hati. Alpukat merupakan salah satu dari sedikit makanan yang mengandung glutathione dalam jumlah signifikan – suatu tripeptida yang dikenal sebagai "antioksidan utama" yang disintesis sendiri oleh tubuh.
Glutathione berperan penting dalam proses detoksifikasi Fase II hati, mengikat dan membuang logam berat, bahan kimia beracun, dan karsinogen. Selain itu, alpukat menyediakan lemak tak jenuh tunggal yang sehat, yang membantu menurunkan kolesterol jahat dan melindungi jantung, sehingga secara tidak langsung mengurangi beban hati dalam memproses lemak.
Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat. Kurkumin telah diteliti kemampuannya untuk melindungi hati dari kerusakan, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi hati.
Tambahkan kunyit ke dalam kari, sup, tumisan, atau campurkan bubuk kunyit dengan susu hangat untuk membuat susu kunyit. Bagi yang ingin mengonsumsi dosis lebih tinggi, tersedia suplemen kurkumin, tetapi Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan dosis yang tepat dan menghindari interaksi obat.
Lemon dan jus lemon
Lemon merupakan sumber vitamin C yang baik, yang membantu merangsang produksi glutathione di hati. Memulai hari Anda dengan segelas air hangat dengan lemon dapat membantu merangsang saluran pencernaan dan mendukung proses detoksifikasi alami tubuh. Mulailah hari Anda dengan segelas air hangat dengan perasan setengah buah lemon. Anda juga bisa menambahkan perasan lemon ke dalam salad, saus, atau minuman lainnya.
Sumber: https://baolaocai.vn/7-super-foods-that-do-liver-detox-a-lot-in-cho-viet-lai-it-nguoi-biet-post648781.html
Komentar (0)