Para ahli Kaspersky melakukan studi yang menguji ketahanan 193 juta kata sandi terhadap serangan tebakan cerdas dan serangan kekerasan.
Menurut studi tersebut, 45% dari 87 juta kata sandi berhasil dipecahkan dalam satu menit. Hanya 23% (44 juta) kombinasi kata sandi yang dianggap cukup kuat untuk menahan serangan, dan pemecahan kata sandi ini akan memakan waktu lebih dari satu tahun.
Pada Juni 2024, Kaspersky menganalisis 193 juta kata sandi yang ditemukan dari sumber publik di berbagai situs darknet. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar kata sandi dinilai lemah dan tidak aman, sehingga memudahkan penyerang membobol akun menggunakan algoritma tebakan cerdas.
Analisis menemukan bahwa hanya 19% kata sandi yang mengandung kombinasi kata sandi yang kuat, termasuk kata yang tidak terdapat dalam kamus, huruf besar dan kecil, serta angka dan simbol. Di saat yang sama, studi ini juga menemukan bahwa 39% dari kata sandi kuat tersebut masih dapat ditebak oleh algoritma pintar dalam waktu kurang dari satu jam.
"Orang-orang secara tidak sadar memilih kata sandi yang sangat sederhana, seringkali menggunakan kata-kata kamus dalam bahasa asli mereka, seperti nama dan angka... Bahkan kombinasi kata sandi yang kuat pun jarang menyimpang dari tren ini, sehingga sepenuhnya dapat ditebak oleh algoritma. Oleh karena itu, solusi yang paling andal adalah membuat kata sandi yang benar-benar acak menggunakan pengelola kata sandi yang modern dan andal," ujar Yuliya Novikova, Kepala Intelijen Jejak Digital di Kaspersky.
BINH LAM
[iklan_2]
Sumber: https://www.sggp.org.vn/87-trieu-mat-khau-co-the-bi-be-khoa-trong-vong-mot-phut-post745634.html
Komentar (0)