(NLDO)- Perwakilan universitas dan peneliti dari 9 negara hadir di Vietnam untuk membahas isu-isu hangat dalam pendidikan universitas.
Pada tanggal 5 November, di Universitas Kedokteran Pham Ngoc Thach di Kota Ho Chi Minh, konferensi para Rektor organisasi anggota Organisasi Universitas Berbahasa Prancis (AUF) di Asia- Pasifik dengan tema "Pertukaran Akademik dan Profesional dalam Komunitas Berbahasa Prancis" menarik hampir 90 perwakilan dari 58 institusi pendidikan tinggi dan peneliti untuk berpartisipasi. Forum ini dianggap sebagai forum pendidikan tinggi dan penelitian berbahasa Prancis terbesar di kawasan ini.
Konferensi Rektor organisasi anggota AUF di Asia - Pasifik diadakan di Universitas Kedokteran Pham Ngoc Thach, Kota Ho Chi Minh pada tanggal 5 November.
Profesor Slim Khalbous, Direktur Jenderal AUF Global, mengatakan bahwa saat ini, universitas anggota menghadapi banyak tantangan seperti transformasi digital, lapangan pekerjaan bagi lulusan, kualitas pelatihan dan promosi hasil penelitian, dll.
"Konferensi ini tidak hanya merangkum strategi AUF 2021-2025, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para rektor untuk membahas dan menyelesaikan isu-isu pendidikan dan penelitian universitas, serta bersama-sama mengembangkan strategi baru untuk periode 2025-2029," ujar Profesor Slim Khalbous.
Prof. Slim Khalbous, Direktur Jenderal Global AUF, berbicara di konferensi tersebut
Bapak Hoang Minh Son, Wakil Menteri Pendidikan dan Pelatihan, menekankan bahwa Pemerintah Vietnam menunjukkan tekad yang kuat dalam mendorong penerapan teknologi informasi, transformasi digital, dan mengembangkan pelatihan sumber daya manusia berkualitas tinggi melalui serangkaian resolusi dan proyek penting. Kebijakan-kebijakan ini tidak hanya menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan industri-industri utama, tetapi juga mengarahkan pendidikan dan pelatihan untuk berubah dan mengikuti tren global.
Dalam 4 sesi diskusi, Bapak Son terkesan dengan 2 sesi diskusi: Kecerdasan Buatan (AI) dengan manajemen dan penelitian pendidikan universitas; dialog antara akademisi dan profesional.
"Penerapan AI dalam manajemen universitas tidak hanya membantu mengoptimalkan proses manajemen, tetapi juga memfasilitasi analisis data dan pengambilan keputusan strategis yang akurat. AI juga membuka peluang besar dalam penelitian ilmiah, membantu meningkatkan kemampuan menganalisis dan mengeksplorasi, sehingga meningkatkan posisi penelitian universitas di kawasan dan dunia," tegas Wakil Menteri Hoang Minh Son.
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam akan terus mendukung dan mendampingi AUF dan universitas-universitas dalam mempromosikan lingkungan pendidikan yang berkualitas, memenuhi kebutuhan dan perkembangan kawasan.
Profesor Madya Dr. Vo Trung Hung, Wakil Rektor Universitas Pendidikan Teknik (Universitas Danang), mengatakan bahwa AI merupakan alat sekaligus istilah yang belum dipahami secara jelas, karena cara AI disajikan kepada publik seringkali sangat berbeda dari kenyataan. Contohnya: Pembelajaran mendalam, AI umum, AI prediktif, model probabilistik, model deterministik, dll.
Menurut Bapak Hung, universitas yang ingin berpartisipasi dalam bidang ini perlu memastikan bahwa tindakan yang tepat diambil terkait manfaat, kerugian, risiko, dan peluang mengintegrasikan AI ke dalam mekanisme tata kelola pendidikan dan penelitian universitas.
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/day-manh-ung-dung-ai-trong-quan-tri-dai-hoc-19624110515440005.htm
Komentar (0)