Seminar ini memberikan gambaran komprehensif tentang peran AI di berbagai bidang, mulai dari bisnis real estat, manajemen sumber daya manusia, manufaktur, hingga perencanaan pertumbuhan hijau. Pembicara: Bapak Phan Dinh Tue, Wakil Presiden Asosiasi Bisnis Kota Ho Chi Minh (HUBA), Ketua Asosiasi Bisnis Nghe Tinh di Kota Ho Chi Minh; Bapak Tran Van Chin, Ketua Dewan Direksi Perusahaan Saham Gabungan Arobid Technology; Bapak Pham Thanh Hung, Ketua Dewan Investasi Columbus SV Partner Fund, Wakil Presiden CenGroup, Pendiri platform AIchot.vn; Bapak Nguyen Cong Thuy - CEO dan Konsultan Senior JobTest Company Limited; dan Bapak Mai Quoc Binh, Ketua Perusahaan Saham Gabungan Paper World .

Berangkat dari pertanyaan, "Apakah AI merupakan tren teknologi alami atau faktor wajib bagi bisnis untuk bertahan dan berkembang?", para pembicara sepakat bahwa, dalam konteks persaingan global yang semakin ketat, AI bukan sekadar alat pendukung, tetapi telah menjadi penggerak utama bagi bisnis untuk mengoptimalkan proses, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai-nilai baru.
Bapak Pham Thanh Hung, yang berpengalaman memimpin CenGroup dan mendirikan AIchot.vn - sebuah platform yang menerapkan AI di bidang real estat, berbagi: “AI tidak hanya membantu bisnis menghemat waktu dan biaya, tetapi juga membuka peluang untuk mempersonalisasi pengalaman pelanggan. Di CenGroup, kami menggunakan AI untuk menganalisis data pasar, memprediksi tren real estat, dan memberikan saran yang lebih akurat kepada pelanggan. AIchot.vn adalah bukti bahwa AI dapat menciptakan nilai praktis, membantu pelanggan menemukan real estat yang sesuai hanya dalam hitungan detik. Menerapkan AI bukan lagi sebuah pilihan, melainkan prasyarat bagi bisnis untuk bersaing di era digital.”

Bapak Nguyen Cong Thuy, dengan pengalamannya sebagai CEO JobTest Company, menyampaikan perspektifnya tentang penerapan AI di bidang manajemen sumber daya manusia. Bapak Thuy menyampaikan: “AI mengubah cara kita merekrut dan mengembangkan talenta. JobTest menggunakan algoritma AI untuk mengevaluasi kemampuan kandidat secara objektif, meminimalkan kesalahan akibat faktor manusia. Misalnya, sistem kami dapat menganalisis ribuan profil dalam waktu singkat, sehingga menyarankan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Bapak Thuy juga menekankan bahwa AI tidak menggantikan manusia, tetapi mendukung manusia untuk bekerja lebih efektif, terutama dalam membangun strategi sumber daya manusia jangka panjang.”

Dalam seminar tersebut, Bapak Tran Van Chin, Ketua Dewan Direksi Arobid Technology Joint Stock Company, pengembang platform perdagangan e-commerce B2B "hijau" pertama di Vietnam - EcoHub, mengatakan: "EcoHub dibangun berdasarkan prinsip 'integrasikan dulu - standarisasi dulu - bertindak dulu'. Platform ini mengintegrasikan AI untuk mengoptimalkan rantai pasokan di industri energi terbarukan, transportasi hijau, dan material berkelanjutan. AI membantu kami menganalisis data besar, memprediksi permintaan pasar, dan mendukung bisnis untuk mencapai kriteria ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola). Menurut Bapak Chin, AI saat ini merupakan alat yang sangat diperlukan bagi Vietnam untuk mencapai tujuan pertumbuhan hijau dan pembangunan berkelanjutan."

Mengenai aplikasi di industri kertas dan produk konsumen , Bapak Mai Quoc Binh, Chairman The Gioi Giay Company, mengatakan bahwa perusahaannya menggunakan AI untuk mengoptimalkan proses produksi, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga peramalan permintaan pasar. Sebagai contoh, algoritma AI membantu memprediksi jumlah kertas yang dibutuhkan untuk produksi berdasarkan data historis dan tren konsumsi, sehingga mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi ekonomi . Dalam konteks persaingan yang ketat, bisnis yang tidak menerapkan AI akan kesulitan mempertahankan posisinya di pasar.
Terkait peran kebijakan dalam mendorong penerapan AI, Bapak Phan Dinh Tue, Wakil Ketua Asosiasi Bisnis Kota Ho Chi Minh (HUBA) sekaligus Ketua Asosiasi Bisnis Nghe Tinh di Kota Ho Chi Minh, menekankan bahwa Kota Ho Chi Minh merupakan pelopor dalam mendukung bisnis dalam transformasi digital dan penerapan teknologi tinggi. HUBA dan Asosiasi Bisnis Nghe Tinh di Kota Ho Chi Minh berkomitmen untuk mendampingi bisnis dalam mengakses AI, mulai dari pelatihan sumber daya manusia hingga terhubung dengan mitra teknologi. Bapak Phan Dinh Tue juga menyerukan kerja sama antara pemerintah, bisnis, dan lembaga penelitian untuk menciptakan ekosistem AI yang berkelanjutan, membantu Vietnam mengikuti tren global.

Para pembicara juga membahas secara terbuka tantangan adopsi AI, termasuk biaya investasi awal, kekurangan sumber daya manusia berkualitas tinggi, serta masalah etika dan keamanan data. Namun, semua sepakat bahwa semua hambatan ini dapat diatasi dengan strategi jangka panjang dan kerja sama yang erat antar pihak.
Para pembicara juga menyatakan bahwa AI bukanlah sebuah pilihan, melainkan bagian tak terelakkan dari masa depan. Bisnis mana pun yang lambat mengadopsi AI akan tertinggal. Vietnam memiliki peluang besar untuk menjadi pusat AI regional, tetapi hal ini membutuhkan tekad dan investasi yang kuat, baik dari negara maupun pelaku bisnis.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/ai-la-lua-chon-tat-yeu-cua-doanh-nghiep-post802797.html
Komentar (0)