Namun, ketika ditambahkan ke dalam masakan, beberapa orang suka makan tauge mentah, sementara banyak yang hanya bisa makan tauge rebus. Jadi, mana yang lebih baik?
Di sini, ahli gizi Dr. Siddhi Camila Lama dan ahli gizi Jill Corleone (keduanya bekerja di AS) akan menjelaskannya dengan jelas.
Ada yang suka makan tauge mentah, ada pula yang hanya bisa makan tauge matang - Ilustrasi: AI
Haruskah saya makan tauge mentah atau yang sudah direbus?
Makan tauge mentah sering dikaitkan dengan keracunan makanan, dan ribuan kasus telah dilaporkan, menurut situs berita kesehatan Live Strong.
Tauge mentah rentan terhadap bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella typhimurium, Staphylococcus aureus, dan Listeria monocytogenes. Kondisi hangat dan lembap tempat tauge tumbuh menyediakan lingkungan yang mendukung bagi bakteri penyebab penyakit ini.
Mengonsumsi tauge yang terkontaminasi dapat menyebabkan gejala seperti demam, sakit kepala, dan gangguan pencernaan seperti diare. Namun, infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini juga dapat menyebabkan masalah serius, seperti kejang, kelahiran prematur, atau bahkan kematian pada ibu hamil.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah harus sangat berhati-hati saat mengonsumsi tauge mentah, karena kelompok ini lebih rentan terhadap komplikasi serius. Sebaiknya kelompok ini hanya mengonsumsi tauge yang dimasak hingga matang.
Rebus tauge hingga matang selama 1 - 2 menit
Mencuci mungkin tidak menghilangkan semua bakteri berbahaya, jadi cara termudah untuk menghindari penyakit bawaan makanan sambil tetap menikmati manfaat tauge adalah dengan merebusnya hingga matang—yaitu, merebusnya selama 1 hingga 2 menit hingga benar-benar matang, menurut Live Strong.
Sumber: https://thanhnien.vn/an-pho-nen-dung-voi-gia-song-hay-gia-trung-la-tot-nhat-185250828115613014.htm
Komentar (0)