Selama bertahun-tahun, telur dianggap buruk karena kandungan kolesterolnya. Namun, bukti ilmiah terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi satu telur sehari tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan justru dapat memberikan manfaat yang luar biasa. Sebuah tinjauan yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Nutrition pada tahun 2016 mengonfirmasi hal ini, yang memperkuat peran telur sebagai bagian dari pola makan sehat.
Telur membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan
Telur menyediakan protein lengkap dengan sembilan asam amino esensial, serta kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan penting. Komponen-komponen ini tidak hanya mendukung massa otot dan pengendalian berat badan, baik untuk mata dan otak, tetapi juga memiliki efek anti-inflamasi dan mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas, sehingga mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, kanker, dan penyakit kardiovaskular, menurut situs berita kesehatan Verywell Health.
Mengonsumsi satu butir telur sehari, sebaiknya saat sarapan, dapat mengurangi risiko stroke hingga 12%.
Foto: AI
Sebuah studi menemukan bahwa orang yang makan telur untuk sarapan memiliki kadar hormon lapar ghrelin yang lebih rendah, yang membantu mereka merasa kenyang lebih lama dan makan lebih sedikit sepanjang hari. Hal ini khususnya bermanfaat bagi orang yang perlu mengontrol berat badan – faktor risiko utama stroke.
Makan 1 butir telur sehari dapat mengurangi risiko stroke hingga 12%
Meta-analisis dilakukan oleh para ilmuwan dari EpidStat Pharmaceutical Research Institute (Michigan - AS) dan mensintesis data dari 7 penelitian yang berlangsung selama 33 tahun, termasuk 308.000 peserta.
Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi 1 butir telur sehari, sebaiknya saat sarapan, mengurangi risiko stroke hingga 12%, menurut situs berita kesehatan Only My Health.
Telur melakukan keajaiban ini karena kaya akan nutrisi, termasuk antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan. Satu butir telur besar mengandung 6 gram protein dan kaya akan antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin, vitamin A, D, E, dan banyak mikronutrien lainnya.
Hebatnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur tidak meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang persiapan telur
Meskipun telur dikenal sebagai makanan bergizi, para ahli tetap menyarankan untuk memperhatikan cara penyajiannya agar manfaatnya bagi kesehatan tetap terjaga.
Para peneliti mengatakan: "Fakta bahwa telur dapat mengurangi risiko stroke merupakan temuan yang menarik, tetapi kita membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami kaitannya. Telur sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat, misalnya telur rebus dengan roti gandum jauh lebih baik daripada telur goreng dengan daging olahan."
Sumber: https://thanhnien.vn/an-trung-co-giam-nguy-co-dot-quy-185250803205533782.htm
Komentar (0)