Secara spesifik, menurut Dewan Sains dan Teknologi Inggris, negara ini melatih sekitar 9.000 insinyur elektronik setiap tahun, tetapi hanya sebagian kecil yang mampu merancang cip. Jika tingkat saat ini dipertahankan, dalam 5 tahun ke depan, Inggris hanya akan memiliki sekitar 4.500 perancang cip, yang tidak akan memenuhi 50% kebutuhan pengembangan.
Oleh karena itu, Dewan merekomendasikan perluasan pelatihan teknologi semikonduktor di tingkat sarjana dan pascasarjana. Para ahli juga mendesak Pemerintah Inggris untuk turun tangan dan memberikan dukungan guna memutus "lingkaran" kekurangan mata kuliah, kekurangan mahasiswa, dan kekurangan lapangan kerja. Rekomendasi ini dibuat dalam konteks industri semikonduktor, fondasi ponsel, mobil, pesawat terbang, dan kecerdasan buatan, yang menjadi prioritas strategis bagi negara ini.
Namun, tantangan pelatihannya tidaklah kecil. Mengajarkan eksperimen manufaktur chip membutuhkan biaya mahal, sementara universitas menghadapi pemotongan anggaran. Rendahnya permintaan mahasiswa menyebabkan universitas membatasi jumlah lowongan dan pelatihan di bidang ini. Selain itu, gaji yang menarik dari AS dan negara-negara lain menarik sumber daya manusia berkualitas tinggi ke luar negeri, sehingga menyulitkan Inggris untuk bersaing dalam rekrutmen.
Para ahli menyarankan agar pemerintah menugaskan program desain chip terpadu yang dapat diluncurkan di seluruh negeri dan memastikan pelatihan yang berkualitas. Tanpa investasi yang tepat waktu, Inggris berisiko kehilangan persaingan semikonduktor global.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/anh-nganh-ban-dan-thieu-nhan-luc-chat-luong-cao-post745968.html
Komentar (0)