Vietnam - Swedia Rumah Sakit Uong Bi ( Quang Ninh ) mengatakan pihaknya secara aktif merawat seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang menderita stroke akibat infark serebral.
Sebelumnya, seorang pasien berusia 13 tahun, yang tinggal di Bangsal Uong Bi (Quang Ninh), bermain seperti biasa ketika tiba-tiba muncul gejala-gejala seperti hemiplegia kiri, mulut bengkok, kesulitan berbicara... Keluarga segera membawa anak tersebut ke ruang gawat darurat.
Peringatan risiko stroke pada orang muda
ILUSTRASI
Hasil MRI dan angiogram otak menunjukkan infark serebral di hemisfer kiri. Anak laki-laki tersebut memiliki riwayat kesehatan yang baik dan tidak memiliki kondisi medis yang mendasarinya. Namun, anggota keluarga mengatakan bahwa dua anggota keluarga menderita infark serebral, suatu faktor yang dapat meningkatkan risiko anak tersebut terkena penyakit tersebut.
Menurut Dr. Vuong Thi Hao, Kepala Departemen Pediatri, banyak orang sering keliru menganggap stroke hanya terjadi pada lansia atau orang dengan kondisi medis bawaan seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Namun, kenyataannya, penyakit serebrovaskular semakin umum terjadi pada usia muda, dan stroke pada anak-anak, meskipun jarang, meninggalkan konsekuensi serius baik secara fisik maupun mental.
Penyebab infark serebral pada anak-anak seringkali kompleks dan berbeda dengan penyebab pada orang dewasa. Penyakit ini dapat berkaitan dengan penyakit kardiovaskular bawaan (seperti defek septum ventrikel, defek septum atrium, penyakit katup jantung, kardiomiopati, endokarditis infektif, dll.), malformasi atau peradangan pembuluh darah otak, gangguan pembekuan darah, penyakit genetik, atau komplikasi setelah ensefalitis dan meningitis. Selain itu, trauma kepala dan leher juga dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang berujung pada stroke.
"Diagnosis dan intervensi dini merupakan faktor kunci dalam menentukan kemampuan anak untuk pulih," tegas Dr. Hao.
Para ahli mengingatkan, apabila anak menunjukkan tanda-tanda kelainan neurologis seperti sakit kepala, sulit bicara, anggota tubuh lemah, atau kejang, sebaiknya orang tua segera membawa anak ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan dan diagnosa pencitraan (CT scan, MRI otak) guna mendeteksi dini kerusakan atau malformasi pembuluh darah otak.
Bergantung pada tingkat kerusakannya, dokter akan memiliki strategi untuk memantau, merawat, atau melakukan intervensi dengan segera guna mencegah risiko pendarahan atau stroke berulang.
Rumah sakit juga menganjurkan agar orang tua memperhatikan riwayat keluarga, memantau secara ketat gejala-gejala tidak biasa pada anak, dan tidak bersikap subjektif terhadap tanda-tanda peringatan dini stroke pada anak kecil.
Sumber: https://thanhnien.vn/be-trai-13-tuoi-nhoi-mau-nao-canh-bao-nguy-co-dot-quy-o-thieu-nien-185250717083321389.htm
Komentar (0)