Keajaiban matematika asal Kanada, Warren Bei (lahir 2008), adalah salah satu kontestan yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah Olimpiade Matematika Internasional. Bei pertama kali berpartisipasi dalam kompetisi ini pada tahun 2021 dan memenangkan medali perak, saat ia baru berusia 13 tahun.
Pada tahun 2022 dan 2023, Bei tetap menjadi anggota delegasi Kanada dalam kompetisi tersebut dan memenangkan medali emas. Pada tahun 2024, Bei memenangkan medali perak. Dalam kompetisi tahun ini, Bei membuat terobosan dengan memenangkan medali emas dan meraih skor sempurna 42/42, menyelesaikan semua 6 soal yang diberikan dalam ujian.

Keajaiban matematika Kanada Warren Bei (Foto: Rockridge Secondary).
Setiap tahun, hanya sedikit kontestan Olimpiade Matematika Internasional yang mencapai skor sempurna 42/42. Warren Bei adalah salah satu kontestan termuda yang pernah berpartisipasi dalam Olimpiade Matematika Internasional. Ia juga termasuk di antara kontestan yang meraih hasil tertinggi dalam kompetisi ini.
Pada usia 17 tahun, Bei baru saja menerima surat penerimaan awal dari Institut Teknologi Massachusetts (AS), salah satu universitas terkemuka di dunia dalam bidang pelatihan sains dan teknologi.
Dikenal sebagai calon jenius matematika, siswi SMA Rockridge (Kanada) ini menjalani kehidupan yang sangat pribadi. Bei jarang diwawancarai. Dalam percakapan langka dengan Canadian Mathematicians' Society (CMS), ia berbagi banyak hal menarik tentang dirinya.
Sepanjang perjalanan belajar Bei sejak kecil, ia telah mengikuti berbagai kompetisi matematika nasional dan internasional. Bei menganggap soal-soal matematika yang sulit sangat menarik, sehingga baginya, kompetisi selalu membawa kegembiraan dan kegembiraan.
Membayangkan datang ke kompetisi dan mendapatkan soal-soal menarik selalu membuatnya sangat bersemangat. Bei mengatakan ia bisa tetap bersemangat selama berjam-jam sambil asyik memikirkan soal-soal yang sulit.
Keikutsertaan Bei dalam berbagai kompetisi matematika dimulai sejak kecil. Saat itu, Bei gemar membaca buku sains dan bermain permainan yang membutuhkan logika berpikir tinggi. Suatu hari, orang tuanya memutuskan untuk menguji kemampuan matematikanya, sehingga mereka mendaftarkannya untuk sebuah kompetisi kecil. Hasil Bei dalam kompetisi ini sangat baik, dan sejak itu ia selalu bersemangat untuk mengikuti kompetisi matematika di semua tingkatan.
Ketika menghadapi masalah yang sulit, Bei mengatakan ia selalu meyakinkan dirinya sendiri bahwa perasaan kesulitan dalam menemukan solusi hanyalah penilaian subjektif. Suatu masalah baru menjadi benar-benar sulit jika si pemecah masalah sama sekali tidak tahu cara menyelesaikannya.
Bagi Bei, untuk memecahkan masalah sulit atau mengatasi tantangan sulit lainnya, ia selalu mengandalkan intuisi untuk mendapatkan ide awal, lalu mencoba mendekati dari berbagai perspektif.
Selain matematika, Bei mengatakan ia juga sangat tertarik pada fisika dan ilmu komputer, karena pemikiran pemecahan masalah pada kedua mata pelajaran ini cukup mirip dengan matematika.
Di dunia yang berubah dengan cepat, Bei terbuka terhadap segala kemungkinan tentang ke mana ia ingin melangkah di masa depan. Ia percaya bahwa bersikap fleksibel dalam memikirkan tujuan masa depannya adalah cara paling efektif untuk melangkah maju.
Saat ini, Bei merasa bahwa mempelajari matematika dan ilmu komputer di universitas adalah pilihan terbaik baginya. Apakah ia akan melanjutkan penelitian atau tidak, masih menjadi pertimbangannya.
Berpartisipasi dalam berbagai kompetisi matematika nasional dan internasional membantu Bei mempertahankan kreativitas dan rasa ingin tahunya dalam belajar. Kompetisi-kompetisi tersebut memperkenalkannya pada pengetahuan matematika baru, mengajarkannya keterampilan memecahkan masalah, dan menciptakan kesempatan baginya untuk berteman dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.
Nasihat Bei untuk remaja yang juga bersemangat tentang matematika adalah: "Di balik setiap solusi yang tampak sederhana, terdapat wawasan tersembunyi. Wawasan inilah yang membuat solusinya jelas, koheren, dan nyata."
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/bi-mat-ve-than-dong-toan-hoc-di-thi-olympic-toan-toi-5-lan-20250819090400008.htm
Komentar (0)