TNG, sebuah perusahaan tekstil dan garmen besar di Vietnam, telah didenda karena menunjuk seorang direktur umum yang memiliki hubungan keluarga dengan manajer perusahaan, yang juga menjabat sebagai ketua dewan direksi.
TNG Investment and Trading Joint Stock Company (kode saham TNG) baru saja mengumumkan bahwa mereka telah menerima keputusan sanksi administratif dari Departemen Perencanaan dan Investasi Provinsi Thai Nguyen .
Alasan pemberian sanksi adalah karena TNG menunjuk Bapak Nguyen Duc Manh sebagai Direktur Jenderal, dan Bapak Manh adalah putra dari Bapak Nguyen Van Thoi, Ketua Dewan Direksi TNG. Hal ini tidak memenuhi syarat yang diatur dalam poin b, klausul 5, Pasal 162 Undang-Undang Perseroan Terbatas.

Atas pelanggaran yang disebutkan di atas, TNG didenda 25 juta VND dan dipaksa untuk memecat Bapak Nguyen Duc Manh dari jabatannya sebagai direktur jenderal.
Batas waktu untuk menerapkan tindakan korektif adalah 10 hari sejak tanggal diterimanya keputusan ini (26 Desember 2024). Setelah itu, TNG bertanggung jawab untuk menyampaikan laporan tertulis tentang hasil penerapan tindakan korektif kepada Inspektorat Departemen Perencanaan dan Investasi Thai Nguyen dalam waktu 5 hari sejak adanya perubahan.
Keputusan sanksi tersebut juga menyatakan bahwa jika TNG tidak secara sukarela mematuhi dalam batas waktu yang ditentukan, penegakan hukum akan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Lebih lanjut, menurut badan pengawas, TNG berhak untuk mengajukan banding atau gugatan administratif terhadap keputusan sanksi ini.
TNG adalah perusahaan tekstil dan garmen besar di Vietnam dengan pendapatan tahunan mencapai triliunan dong.
Pasal 162 UU Perseroan Terbatas Tahun 2020, poin 5, ayat b menetapkan: Bagi perseroan terbatas, perusahaan milik negara, dan anak perusahaan milik negara, direktur atau direktur jenderal harus memenuhi standar dan persyaratan tertentu.
Secara spesifik, mereka tidak boleh merupakan anggota keluarga dari manajer bisnis, auditor perusahaan, atau perusahaan induk; atau perwakilan modal negara atau modal perusahaan di perusahaan atau perusahaan induk.
Menurut para ahli, perusahaan publik bukan lagi bisnis yang dimiliki oleh satu individu. Oleh karena itu, undang-undang menetapkan peraturan yang cukup ketat mengenai transparansi, pengungkapan informasi, dan metode operasional, serta pembentukan mekanisme kepegawaian untuk memastikan sifat publik dari bisnis tersebut.
Peraturan-peraturan di atas membatasi dan menghilangkan praktik-praktik yang menunjukkan "nepotisme," memastikan demokrasi dan bahwa hak-hak sah mayoritas pemegang saham dijalankan sesuai dengan hukum dan anggaran dasar perusahaan perseroan terbatas.
Sumber: https://vietnamnet.vn/bi-phat-vi-bo-la-chu-tich-con-lam-tong-giam-doc-2359123.html








Komentar (0)