Kulit besi dikupas untuk membuktikan bahwa itu adalah robot. ( Video : Xpeng)
Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, Xpeng, telah引起 kehebohan di media sosial dengan performa robot humanoid barunya yang sangat realistis, sehingga banyak orang salah mengira robot tersebut sebagai orang sungguhan yang mengenakan kostum.
Pendiri Xpeng, He Xiaopeng, secara terbuka mendemonstrasikan hal tersebut dengan membuka kulit robot untuk membuktikan bahwa tidak ada manusia di dalamnya, setelah gerakan alami robot tersebut menjadi viral di internet.

Kulit robot tersebut dipotong tepat di atas panggung selama presentasi. (Foto: Xpeng)
Ia berbagi di Weibo bahwa tim robot Xpeng "sangat gembira hingga tidak bisa tidur" setelah peluncuran produk baru mereka. Setelah berbulan-bulan persiapan, mereka tidak menyangka demonstrasi tersebut akan menjadi viral dan menjadi "badai media" yang tak terduga.
Dua tagar tentang robot Xpeng dengan cepat menduduki puncak topik trending Douyin (versi TikTok di Tiongkok). Setelah perusahaan memposting video tersebut, sahamnya juga pulih 1,4%, membalikkan penurunan sebelumnya sebesar 2%.
Dalam video tersebut, robot bernama Iron itu melangkah beberapa langkah sebelum seorang insinyur membuka "kulit buatan"-nya untuk memperlihatkan komponen mekanis di dalamnya. He Xiaopeng mengatakan bahwa suara sistem pendingin dan kipas dapat terdengar dengan jelas, membuktikan bahwa itu adalah mesin dan bukan manusia.

Robot itu terus bergerak meskipun desain mekanisnya telah terungkap di balik kulit buatan yang melapisinya. (Gambar: Xpeng)
Insiden ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi robot humanoid di Tiongkok, dan semakin kaburnya batasan antara manusia dan mesin.
Iron adalah versi terbaru dari robot yang diluncurkan tahun lalu, beroperasi menggunakan model AI VLA 2.0 (Vision-Language-Action). Model ini memungkinkan robot untuk melihat dan memahami lingkungannya secara langsung, bukan melalui penerjemahan bahasa, sehingga meningkatkan kecepatan respons dan mengurangi kesalahan.
Xpeng mendeskripsikan Iron sebagai robot yang memiliki "tulang belakang buatan, otot bionik, dan kulit fleksibel." Dengan 82 sendi yang dapat digerakkan, robot ini dapat melompat, berjalan di atas catwalk, dan melakukan banyak gerakan kompleks. Lengan Iron menggunakan sendi mikro, memungkinkan gerakan alami dalam dimensi seukuran manusia.

He Xiaopeng, pendiri Xpeng, memperkenalkan robot besi. (Foto: scmp)
Xpeng telah mendapatkan pelanggan pertamanya, Baosteel, grup baja terbesar di Tiongkok. Grup tersebut berencana menggunakan robot di lingkungan industri yang kompleks.
Setrika hadir dalam dua versi: jantan dan betina, dengan versi betina lebih ringkas tetapi lebih sulit diproduksi karena keterbatasan ruang.
Acara peluncuran tersebut berlangsung di tengah booming industri robotika humanoid di Tiongkok.
Menurut data dari Konferensi Pengembangan Industri Robotika China di Shanghai, pendapatan industri secara keseluruhan meningkat hampir 30% dalam tiga kuartal pertama tahun ini.
Sumber: https://vtcnews.vn/qua-giong-nguoi-that-robot-iron-bi-cat-da-de-chung-minh-ar986182.html







Komentar (0)