Pada tanggal 5 Desember, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan meminta otoritas yang berwenang untuk menyelidiki dan menangani organisasi dan individu yang telah melakukan pelanggaran, memutarbalikkan, dan membuat komentar negatif dan menyesatkan tentang isi Keputusan Kementerian tentang persetujuan buku pelajaran untuk berbagai mata pelajaran.
Sebelumnya, pada tanggal 1 Desember 2023, Menteri Pendidikan dan Pelatihan mengeluarkan Keputusan No. 4119/QD-BGDDT tentang persetujuan buku teks mata pelajaran dan kegiatan pendidikan untuk kelas 5 dan buku teks bahasa Mandarin untuk kelas 3 dan 4 yang digunakan di lembaga pendidikan umum.
Hal ini merupakan kegiatan yang wajar, sesuai dengan rencana evaluasi dan persetujuan daftar buku pelajaran mata pelajaran Bahasa Asing pada Program Pendidikan Umum Tahun 2018.
Pada tahun 2022, bersama dengan bahasa Inggris, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menyetujui buku teks untuk bahasa Korea, Jepang, dan Prancis untuk kelas 3 untuk digunakan di lembaga pendidikan umum.
Pada tahun 2023, gelombang pertama buku pelajaran untuk kelas 5 akan disetujui, termasuk 10 buku bahasa Inggris dan buku pelajaran lainnya serta buku bahasa Mandarin untuk kelas 3 dan 4.
Diharapkan pada bulan Desember 2023, buku pelajaran untuk bahasa Korea, Jepang, Prancis, dan Rusia akan terus disetujui.
Setelah Keputusan tersebut dikeluarkan, informasi yang menyimpang serta komentar negatif dan menyesatkan tentang isi Keputusan tersebut bermunculan di media sosial. Hal ini berdampak negatif terhadap kebijakan inovasi program dan buku pelajaran, memengaruhi upaya pengajaran dan pembelajaran Bahasa Asing di sekolah umum, dan menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan meminta agar otoritas yang berwenang menyelidiki dan menangani pelanggaran di atas sesuai dengan ketentuan hukum.
SEPERTI PINJAMAN
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)